Tajuk Hari Ini
FOKUS: Jimat Covid-19
Perlukan menghadirkan jimat Covid-19 sebagai penangkal serta pelindung seseorang dari penyakit yang sedang mewabah ini?
TRIBUNBANYUMAS.COM - BAGI sebagian, mendengar 'corona' sudah terasa membosankan.
Nyaris saban hari hadir baik langsung maupun tidak langsung.
Namun inilah suatu kenyataan, dimana wabah virus corona atau Covid-19 makin meluas.
Di Indonesia, Selasa (10/3/2020), pemerintah kembali mengupdate data pasien positif corona.
Hanya berselang sehari, Senin (9/3/2020), dari 13 menjadi 27 kasus, mungkin saja terus bertambah.
• Kini Berstatus Penyidikan! Kasus Pelantikan Bertarif Perangkat Desa Bojanegara di Purbalingga
• ZI Buka Suara, Pelantikan Perangkat Desa Bertarif di Purbalingga, Terjadi Juga di Cipawon Bukateja
• Desa Sumingkir Jadi Exit Tol Cilacap, Kades: Terdampak Cuma di Dusun Kedung Banteng Selatan
• Menteri Nadine Tertular Virus Corona, Kantornya Langsung Ditutup, Ini Lima Kabar Covid-19 di Dunia
Melihat data, memang tak dimungkiri bila timbul kepanikan di tengah masyarakat.
Tapi apakah harus disikapi secara over panic?
Pada kenyataannya, mulai dari masker, hand sanitizer, obat kekebalan, hingga rempah-rempah makin laris manis, susah didapat, dan harganya melambung tinggi.
Belum lagi, perilaku seseorang seolah-olah baru tersadar pentingnya kesehatan yang sebenarnya sudah sangat lama digaungkan Kemenkes.
Seperti Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Ini nyata yang terjadi saat ini, termasuk di Jawa Tengah.
Covid-19 secara luar biasa mengubah perilaku manusia atas kepanikan mereka, meski angka kematian hanya sekira 3 persen dibandingkan penyakit menular lainnya.
Berawal dari over panic ini serasa telah menghipnotis di semua lini kehidupan.
Terlebih di era digitalisasi seperti saat ini.
Dimana informasi hoaks mudah tersebar dan jadi celah bagi para oknum mencari keuntungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/tajuk-tribun-jateng.jpg)