Tajuk Hari Ini

FOKUS: Jimat Covid-19

Perlukan menghadirkan jimat Covid-19 sebagai penangkal serta pelindung seseorang dari penyakit yang sedang mewabah ini?

Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/BRAM
Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan. 

Ya, tak ubahnya cara berpikir yang sudah di luar batas kenalaran ketika sedang menghadapi ujian CPNS.

 Saking khawatir atau berambisi lolos, segelintir peserta mencoba melakukan beberapa cara di luar nalar untuk mendapatkan profesi idaman itu.

Contoh, TKD CPNS di Udinus Semarang.

Panitia menemukan dua jimat peserta.

Ibu dan Anak Ditangkap Polisi, Jual Pil Koplo di Jakarta, Jaringan Lintas Daerah

Negatif Virus Corona, RSUD Margono Purwokerto Kembali Pulangkan Pasien Asal Cilacap

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Hujan Deras di Kebumen, Pencari Rumput Tewas Tersambar Petir

Tujuh Tahun Belum Miliki Momongan, Pasutri Asal Pasuruan Ini Bawa Kabur Anak Majikan di Malaysia

Jimat pertama pada Senin (3/2/2020) berupa kertas dan kain hijau bertuliskan Arab gundul.

Lalu kedua, Rabu (5/2/2020), berbentuk ketapel dibalut kain merah.

Mengutip Kanif Anwari, akademisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, jimat umumnya menggunakan penggalan ayat Alquran.

Namun ketika ditelaah dengan akal sehat justru tak ada artinya bahkan tak jelas apa maksudnya.

"Media yang digunakan juga bermacam-macam. Ada yang ditulis di kertas, kain, benda tertentu, dan yang cukup banyak melalui air --diklaim sudah didoakan--."

Bagi Guru Besar Psikologi UGM Yogyakarta, Koentjoro, penggunaan jimat adalah bukti nyata seseorang tidak percaya diri.

Dikarenakan keinginan menggebu-gebu sehingga tanpa disadari sudah melakukan di luar batas kenormalan, muncul kepanikan berlebih (over panic).

Nah bila dikaitkan dengan wabah virus corona saat ini, haruskah kita memperlakukannya seperti sedang menghadapi ujian CPNS?

Menilik pula arti azimat atau jimat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, perlukan menghadirkan jimat Covid-19 sebagai penangkal serta pelindung seseorang dari penyakit yang sedang mewabah ini?

Perlu kiranya bersama-sama saling tersadar dan mengevaluasi diri.

Bagaimanakah pola gaya hidup sehat saat ini, mengapa mudah terserang penyakit.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved