Berita Purbalingga
ZI Buka Suara, Pelantikan Perangkat Desa Bertarif di Purbalingga, Terjadi Juga di Cipawon Bukateja
Menurut ZI, uang syukuran pelantikan perangkat desa Rp 100 juta digunakan memberi uang transportasi tamu undangan dan perbaikan balai desa.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: deni setiawan
"Waktu itu diumumkan siapapun yang jadi perangkat, bengkok baru bisa digarap empat sampai lima bulan setelah pelantikan," jelasnya.
Ia berharap ke depannya penerimaan dan pelantikan perangkat desa tidak ada pungutan.
Hal tersebut dirasa memberatkan bagi calon perangkat yang ingin mengabdi di desanya.
"Saya tidak mau mengungkit lagi, namun harapan saya ke depannya janganlah kayak gitu," tukasnya.
• Gadis 15 Tahun Bunuh Teman, Kemen PPPA: Pelaku Itu Juga Korban, Kami Beri Dampingan Psikologi
• Pelantikan Perangkat Desa Bertarif, Capai Rp 80 Juta, Polres Purbalingga: Sisa Uang di Laci Kades
Dibantah
Terpisah, Kepala Desa Cipawon, Segiyo Setiadi mengatakan memang pelantikan dilakukan pada Desember 2019.
Ada tiga perangkat desa yang dilantik saat itu.
"Saat itu yang tamu undangan ada dari unsur forkompincam," tuturnya.
Menurutnya, perangkat desa dituntut sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.
Perangkat desa lolos saat ini ada dua perangkat yang lulusan S1 dan satu perangkat lulusan SMA.
"Walaupun hanya lulusan SMA kalau tidak mempunyai pengalaman pasti kalah."
"Kami pada memilih orang yang rangking satu, " ujarnya, Senin (9/3/2020).
Ia menepis adanya pungutan sebesar Rp 100 juta saat pelantikan.
Dia yakin kabar tersebut tidak benar.
"Saya yakin isu tidak benar dan tidak ada di sini," tegasnya.