Teror Virus Corona

Pemerintah Bagi Dua Klaster untuk Identifikasi Corona yakni Klaster Jakarta dan Bali

Pemerintah membagi kasus corona di Indonesia, kedalam dua klaster yakni di Depok dan di Bali.

Editor: Rival Almanaf
(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)rdianto
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2020). Achmad Yurianto menyampaikan bahwa kondisi dua orang pasien positif virus Corona yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso, keadaannya semakin membaik sedangkan sebanyak 68 kru kapal pesiar Diamond Princess dinyatakan tidak terjangkit virus usai diperiksa spesimennya. 

TRIBUNBANYUMAS.COM -  Pemerintah membagi kasus corona di Indonesia, kedalam dua klaster yakni di Depok dan di Bali.

Hal itu dilakukan untuk memudahkan proses identifikasi penularan virus corona yang mengakibatkan penyakit Covid-19, pemerintah menggunakan skema klasterisasi.

Sistem klaster digunakan untuk mengategorikan dari mana asal penyebaran virus itu terjadi.

Dirangkum dari pernyataan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto, Jakarta menjadi klaster pertama yang diidentifikasi karena menjadi lokasi awal informasi adanya penularan virus corona di Indonesia.

Mudik Gratis BUMN Dimulai 10 Maret, Begini Cara Mendaftarnya

Hotel Tempat Karantina Pasien Corona di China Rubuh, Begini Kondisi Mas

Jahe Merah Tembus Rp 100 Ribu Per Kilo Dampak Virus Corona

Mayat Wanita Bertatto di Lembang Diduga Sebagai Anggota Geng Motor, begini Penjelasan Polisi

Klaster Jakarta

Kasus ini bermula saat pasien kasus 1 (31 tahun) menghadiri sebuah acara dansa di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada 14 Februari 2020.

Diduga, ia tertular oleh seorang warga negara Jepang yang kebetulan turut hadir juga di acara tersebut.

WN Jepang itu diketahui berdomisili di Malaysia.

Ia dinyatakan positif setelah kembali ke sana.

Sementara, pasien kasus 2 (64) merupakan ibu dari pasien kasus 1.

Ia diduga tertular karena melakukan kontak jarak dekat (close contact) ketika merawat pasien kasus 1 di rumah.

Keduanya, kini menjalani isolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

Dalam perkembangannya, pemerintah melakukan penelusuran di lokasi awal penularan terjadi.

Sebanyak 80 orang diperiksa oleh tim gabungan yang berasal dari Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved