Teror Virus Corona

Konsultasi Soal Virus Corona? Hubungi Dokter RSUD Margono Purwokerto, Ini Nomor Teleponnya

Pemprov Jateng saat ini membuka layanan sambungan cepat atau hotline bersama rumah sakit yang dikelola pemerintah terkait wabah virus tersebut.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan semua rumah sakit yang dikelola provinsi telah disiagakan dalam menghadapi wabah virus corona atau Covid-19.

Selain itu, beberapa rumah sakit yang dikelola Pemerintah pusat atau Kementerian Kesehatan (Kemenkes), termasuk pemerintah daerah juga siap menjadi rumah sakit rujukan pasien suspect corona.

Pemprov Jateng saat ini pula membuka layanan sambungan cepat atau hotline bersama rumah sakit yang dikelola pemerintah terkait wabah virus tersebut.

Pelantikan Perangkat Desa Bertarif, Capai Rp 80 Juta, Polres Purbalingga: Sisa Uang di Laci Kades

Pasien Asal Kaliajir Positif Corona, RSUD Margono Purwokerto Pastikan Hoaks, Ini Info Sebenarnya

Ditinggal Takziah, Dana BOS SMP Rp 150 Juta Raib, Pelaku Ditangkap di Cilacap

Video Viral Sepasang Kekasih Terekam CCTV Mencuri Helm

"Tujuannya agar masyarakat bisa konsultasi terkait virus corona. Menjadi sumber informasi masyarakat," kata Yulianto kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (5/3/2020).

Jika ada masyarakat yang menderita gejala penyakit mirip gejala suspect virus corona, bisa mengakses layanan tersebut.

Misalnya, merasa flu tidak biasa, warga bisa menanyakan keluhannya ke nomor kontak hotline yang telah disediakan.

Di ujung sambungan hotline, akan ada dokter atau tenaga kesehatan yang memberikan penjelasan atau petunjuk tindakan apa yang seharusnya dilakukan si pasien.

Pemprov Jateng juga menurunkan tim multidisiplin spesialis sebagai wadah untuk berkonsultasi soal corona.

Ada dokter dari bagian penyakit dalam, spesialis paru, spesialis jiwa, dan psikologi.

Nah, ini nomor hotline rumah sakit yang dikelola pemerintah untuk berkonsultasi soal corona.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah: dr Sutarman - 08122511937

RSUD Dr Moewardi Surakarta: dr Harsini - 08122964526

RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto: dr Veronica Dwi Winahyu - 08122647071

RSUD Kelet Jepara: dr Sundarwati - 081326742742

RSJD Dr RM Soedjarwadi Klaten: dr Hartono - 081328068380

RSJD Surakarta: Joko Mulyono - 08112888905

RSJD Dr Amono Gondohutomo Semarang: Sumarhendro - 081252886866

RSUD Tugurejo Semarang: dr Nugroho - 0821 3388 5227, Dr Dyah Turunsih- 0821 3388 5231

Dinkes Banjarnegara: Tolong Laporkan Kami, Kalau Ada Warga Seusai Pulang dari Luar Negeri

Masih Tunggu Hasil Jakarta, Ini Kondisi Terkini Empat Pasien Terduga Suspect Corona di Banyumas

Sungai Serayu Meluap, Rumah Warsinah Kebanjiran: Baru Kali Ini Lama Surutnya

Beredar Video Penangkapan Tersangka Pembunuh Grab kudus, Begini Kata Polisi

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan, jika ada warga yang merasakan tidak enak badan disertai batuk, demam, dan flu, diimbau agar segera periksa ke dokter.

Terlebih jika pernah melakukan kontak dengan warga negara asing.

Untuk kasus seperti itu, rumah sakit rujukan telah menerapkan prosedur perawatan.

"Kalau malu atau tidak bisa ke rumah sakit sendiri, tinggal telepon rumah sakit, nanti akan yang jemput," tegas Ganjar.

Pasien Sudah Membaik

Sementara itu, kondisi empat pasien terduga suspect virus corona di dua rumah sakit di Kabupaten Banyumas sudah membaik.

Seperti diketahui, keempat pasien tersebut masing-masing dua dirawat intensif atau berstatus pasien dalam pengawasan, di Ruang Isolasi RSUD Banyumas dan RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto.

Mereka terpaksa dirujuk karena mengalami gejala demam selepas pulang dari luar negeri.

"Kedua pasien saat ini dalam keadaan baik."

"Hanya tinggal menunggu hasil pemeriksaan spesimen dari Jakarta," ujar Direktur RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, Tri Kuncoro saat dihubungi TribunBanyumas.com, Kamis (5/3/2020).

Spesimen dari kedua pasien sudah dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hasilnya itulah yang akan memastikan pasien benar terinfeksi virus corona atau tidak.

"Hasilnya diperkirakan dapat diketahui dalam dua atau tiga hari ke depan," ucapnya.

Mahasiswa UMP Purwokerto Turun ke Jalan, Kampanye Lawan Virus Corona

Kisah Guru SLB di Semarang, Bikin Lukisan Berbahan Limbah Tutup Botol, Sejam Bisa Hasilkan 20 Karya

Warung Jahe Rempah Mbah Jo Semarang, Bukti Kesaktian Wabah Virus Corona, Kewalahan Layani Pembeli

Video TKW Terduga Suspect Corona dirujuk ke RSUD Banyumas

Diketahui pasien pertama rujukan dari Kabupaten Banjarnegara masuk ruang isolasi pada Selasa (3/3/2020) malam.

Pasien berjenis kelamin perempuan berusia 66 tahun itu baru datang dari Malaysia.

Pasien kedua adalah rujukan dari Kabupaten Kebumen dan masuk ruang isolasi pada Rabu (4/3/2020) siang.

Wakil Direktur Umum RSUD Banyumas, dr Noegroho Harbani mengatakan, dua pasien yang diisolasi kondisinya telah membaik.

"Kedua pasien dalam kondisi sadar penuh, tensi, dan denyut nadi juga normal," ungkapnya.

Pihaknya masih memantau pernapasan dan suhu tubuh.

"Demam itu di atas 38 derajat Celcius. Sedangkan sekarang sudah di bawah 37 derajat Celcius."

"Kemudian sistem pernapasan juga dalam keadaan normal."

"Kalau dari gejala mayor kemungkinan kecil terinfeksi corona," tambahnya.

Meskipun besar harapan negatif corona, pihaknya akan tetap menunggu pemeriksaan spesimen pasien di Kemenkes.

"Kemungkinan diketahui Senin (9/3/2020)," terangnya.

Kedua pasien itu diketahui adalah seorang pekerja migran Indonesia (PMI) perempuan berusia 44 tahun asal Banyumas.

Dia baru saja pulang dari Hongkong dan diisolasi di RSUD Banyumas, Selasa (3/3/2020).

Pasien kedua berjenis kelamin perempuan berusia 26 tahun.

Masuk ruang isolasi sejak Rabu (4/3/2020) setelah diketahui baru bepergian dari Singapura.

Terpisah, Bupati Banyumas, Achmad Husein mengimbau agar masyarakat tidak panik dan tidak berpikir yang berlebihan.

Perbanyak cuci tangan serta wudhu untuk terhindar dari penuluran virus dan tetap menjaga daya tahan tubuh. 

Mendengar adanya terduga indikasi suspect virus corona di wilayahnya, tenaga kesehatan coba melakukan penelusuran dan pendataan.

Suspect corona tersebut terindentifikasi setelah tim Public Safety Center (PSC) Dinkes Kabupaten Banyumas melakukan pengecekan dan penyisiran di rumah sakit atas perintah Bupati Banyumas.

Tim PSC inilah yang melakukan penyisiran terkait jika ada warga yang diketahui baru saja berasal dari negara-negara outbreak.

Bupati pun memerintahkan untuk tim menyebarkan informasi dan edukasi kepada nasyarakat terkait virus corona atau Covid-19 tersebut.

Bahkan diminta pula untuk dibuat leaflet atau selebaran. (Mamduh Adi) 

Bayi Kembar Tiga, Diketahui Eva Saat Usia Kandungan Lima Bulan, Joned Beri Nama Ketiga Anaknya Ini

Dua TKW Terduga Suspect Virus Corona di Banyumas, Perlu Moratorium Pekerja Migran Indonesia?

Resep Hari Ini, Rutin Minum Susu Kunyit Bisa Cegah Pertumbuhan Kanker, Begini Cara Mudah Bikinnya

VIDEO: Wilayah Boyolali Diguyur Hujan Abu setelah Gunung Merapi Erupsi

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved