Teror Virus Corona
RSUP Kariadi Rawat 3 Pasien SUspect Corona, Taraf Pengawasan. Ini Keterangan Resmi Rumah Sakit
RSUP dr Kariadi Semarang merawat tiga pasien, dalam taraf pengawasan virus Covid-19. Tiga pasien tersebut datang di rumah sakit Rabu-Kamis (19-20/2)
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: yayan isro roziki
TRIBUNBANYUMAS.COM - RSUP dr Kariadi Semarang merawat tiga pasien, dalam taraf pengawasan virus Covid-19.
Tiga pasien tersebut datang di rumah sakit tersebut pada Rabu (19/2) dan pada Kamis (20/2).
Direktur Medik dan Perawatan RSUP dr Kariadi Semarang, dr Agoes Oerip Poerwoko, mengatakan bahwa pasien tersebut saat ini masih menjalani observasi terhadap virus tersebut.
• UPDATE BPD DIY: Korban Susur Sungai Pelajar SMPN 1 Turi, 7 Siswa Ditemukan Tewas
• Berikut Jadwal acara TV, Sabtu 22 Februari 2020 - Film Maggie dan Vertical Limit
• Fahri Hamzah Gusar, PKS Tak Patuhi Putusan Pengadilan Bayar Ganti Rugi Rp30 M. Siapkan Gugatan Ini
• Bocah Tersengat Listrik Saat Bermain di Taman di Semarang Meninggal Tepat di Hari Ulang Tahun
Menurutnya, pihak rumah sakit belum dapat menyimpulkan karena menunggu hasil observasi yang dilakukan tersebut.
"Pasien tersebut yakni dua dari Warga negara Indonesia dan satu dari warga negara asing yakni Jepang."
"Dari riwayat perjalanan, sebelumnya mereka memang dari luar negeri," ujarnya Jum'at (21/2).
Ia menambahkan semua pasien pengawasan tersebut datang ke rumah sakit karena mempunyai gejala-gejala seperti sesak nafas, batuk atau demam.
• 5 Ekor Harimau Sumatra Berkeliaran di Sektiar Kantor Kecamatan. Ini Pesan Camat kepada Warga
Saat ini kondisi pasien tersebut yakni dua di antaranya masih mengalami gangguan pernafasan sedangkan satu pasien masih dalam kondisi stabil.
Pihaknya pun akan terus melakukan pengawasan terhadap perkembangan kondisi pasien sembari menunggu hasil observasi yang pihaknya lakukan.
"Jadi ketiga pasien sebelumnya tidak melakukan perjalanan dari Tiongkok. Namun dua di antaranya datang dari timur tengah sedangkan satu datang dari Jepang," ujarnya.
• Remaja Diduga Diperkosa Oknum PNS Minta Perlindungan LPSK
• Terungkap Alasan Xavi Menolak Tawaran Barcelona
• Asyik Berduaan di Dalam Rumah, Pria Portugal dan Janda Ini Digrebeg Warga. Sempat Disiram Air Got
• Rektor Unnes Mangkir, Debat Publik Batal. BEM-KM: Kami Hanya Ingin Punya Pemimpin Berintegritas
Adapun warga Jepang tersebut merupakan Tenaga Kerja Asing yang bekerja di Jepara. Sedang yang WNI merupakan warga luar Semarang.
"Pasien yang dari Jepang itu dari perusahaan di Jepara, sedangkan dua lainnya mendapatkan rujukan dari RSUD setempat," pungkasnya. (dap)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/corona_12.jpg)