Berita Banjarnegara

Tega, Kakek di Banjarnegara Lecehkan Anak di Bawah Umur di Ruang Ibadah

Seorang kakek di Banjarnegara, SPD (64), tega melecehkan anak di bawah umur, Melati (samaran) yang masih berusia 6 tahun

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Istimewa
polisi tunjukkan kakek tersangka kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Polres Kabupaten Banjarnegara kembali membongkar kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Seorang kakek di Banjarnegara, SPD (64), tega melecehkan anak di bawah umur, Melati (samaran) yang masih berusia 6 tahun.

Entah apa yang ada di benak orang tua itu.

Oknum Guru di Banjarnegara Setubuhi Muridnya di Toilet hingga di Pinggir Jalan, Ini Pengakuannya

Kisah di Balik Penemuan Korban Pembunuhan di Sigaluh: Saat Tim Putus Asa, Terdengar Suara Memanggil

Hilang Kontak, Helikopter MI-17 Akhirnya Ditemukan, Ayah Serda Dita Ilham Tak Kuasa Menahan Sedih

Sepasang Tamu Hotel di Baturraden Banyumas Tewas, Polisi Temukan Pil dan Cairan

Di usianya yang lanjut, syahwatnya masih menggebu.

Kakek yang harusnya bisa 'ngemong' anak kecil layaknya cucu, justru tega memperlakukannya secara keji.

Kapolres Banjarnegara AKBP IGA Perbawa Nugraha mengatakan, tersangka melakukan pelecehan seksual terhadap korban hingga beberapa kali di waktu berlainan.

Ilustrasi pencabulan
Ilustrasi pencabulan (Tribun Medan)

Sekitar bulan Juni 2019 lalu, SPD melakukan pelecehan di kamar mandi dengan modus menyuruh korban untuk buang air kecil.

Kejadian serupa di tempat sama kembali berulang di waktu berbeda.

Yang ironis, tersangka melecehkan korban di ruang ibadah dalam rumah dengan modus menyuruh anak kecil itu tiduran.

"Modus operandi dengan cara pelaku membujuk dan merayu korban untuk dicabuli," katanya.

Dari pemeriksaan saksi, tersangka dan barang bukti yang disita, penyidik menyimpulkan perbuatan tersangka memenuhi rumusan pasal 82 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo UU Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara, atau denda paling banyak Rp 5 miliar.

Tingginya kasus pelecahan seks terhadap anak di bawah umur di Banjarnegara ini tentunya mengundang rasa prihatin.

IGA berharap, seluruh stakeholder, termasuk Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bisa membantu menanggulangi kejahatan terhadap anak ini.

Ia pun memerintahkan jajarannya hingga Bhabinkamtibmas untuk melakukan tindakan pencegahan, semisal dengan memberikan sosialisasi atau pencerahan kepada masyarakat.

Ia pun meminta para orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya untuk melindungi mereka dari aksi kejahatan seksual.

Terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak, IGA mengatakan pihaknya akan menindak tegas dengan hukuman maksimal.

"Tidak ada ampun untuk kejahatan seksual terhadap anak. Kami akan tindak tegas dan jerat dengan pasal yang ancaman hukumannya bisa maksimal,"katanya. (*)

Saling Sapa di Facebook, Lanjut Mesum di Bumi Perkemahan. Janda Muda dan Berondong Digrebek Polisi

Lucinta Luna Pasrah saat Polisi Jawab Pertanyaan yang Selama Ini Paling Bikin Penasaran Soal Dirinya

Gaji UMR tapi Mau Beli Rumah Bersubsidi? Bisa, Asal Penuhi Syarat ini

Kisah di Balik Penemuan Korban Pembunuhan di Sigaluh: Saat Tim Putus Asa, Terdengar Suara Memanggil

Sumber: Tribun Banyumas
  • Berita Terkait :#Berita Banjarnegara
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved