Berita Purbalingga
Harga Tanah di Bukateja Purbalingga Naik Setelah Ada Pembangunan Bandara JB Soedirman, Capai Segini!
Harga Tanah di Bukateja Purbalingga Naik Setelah Ada Pembangunan Bandara JB Soedirman, Capai Segini!
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: muslimah
TRIBUNBANYUMAS.COM,PURBALINGGA - Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga mempengaruhi harga tanah di sekitarnya khusus di wilayah Kecamatan Bukateja.
Desa Tidu satu diantara desa yang merupakan akses menuju pintu masuk terminal bandara misalnya.
Di sana harga tanah telah melambung tinggi semenjak adanya pembangunan.
• Kisah di Balik Penemuan Korban Pembunuhan di Sigaluh: Saat Tim Putus Asa, Terdengar Suara Memanggil
• Oknum Guru di Banjarnegara Setubuhi Muridnya di Toilet hingga di Pinggir Jalan, Ini Pengakuannya
• Sepasang Tamu Hotel di Baturraden Banyumas Tewas, Polisi Temukan Pil dan Cairan
• Guru SMA Negeri di Bekasi Pukuli Siswa di Tengah Lapangan, Kerabat Korban Kaget, Hanya Karena Ini?
"Dampak positif adanya pembangunan bandara harga tanah menjadi naik," tutur kepala desa Tidu, Matorin, Rabu (12/2/2020).
Matorin mengatakan sebelum adanya pembangunan bandara harga tanah hanya berkisar Rp 200 ribu per meter persegi.
Namun setelah adanya pembangunan bandara harga tanah naik menjadi Rp 1 juta per meter persegi.
"Kenaikannya setelah ada survei akan dibangun bandara, "kata dia.
Meski harga tanah naik tidak menyurutkan investor mencari lahan di wilayahnya.
Kabar yang diterimanya telah ada investor yang akan mencari lahan.
Investor tersebut akan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) , dan pabrik.

"Ada juga yang akan dijadikan hotel," tuturnya.
Senada, Sekertaris Desa Wirasaba Eko Purwanto menuturkan harga tanah di wilayahnya juga naik setelah dibangunnya bandara.
Harga tanah pekarangan di wilayahnya telah mencapai Rp 1 juta per meter persegi dan tanah pertanian Rp 300 ribu per meter persegi.
"Sebelumnya harga tanah pekarangan mencapai Rp 500 ribu," ujarnya.
Menurutnya kenaikan harga tanah sejak dua tahun yang lalu.
Informasi yang diterimanya telah ada investor akan mencari lahan di wilayahnya.
"Ada yang akan membeli tanah di sekitar jalan baru menuju terminal bandara seharga 14 juta per ubin atau Rp 1 juta per meter persegi.
Katanya mau dibuat gudang cargo tapi belum ada realisasinya," tuturnya.
Kenaikan harga dibenarkan oleh camat Bukateja, Harsono.
Menurutnya ada beberapa desa yang tanahnya naik setelah adanya pembangunan bandara diantaranya Desa Wirasaba, Desa Bajong, Desa Majasari, Bukateja, Kembangan, dan Tidung.
"Desa-desa tersebut merupakan daerah lewatan menuju bandara," tutur dia.
Menurutnya, kenaikan harga tanah masih relatif terjangkau. Kenaikan tanah masih dalam tahap wajar.
"Kalau investor yang akan membangun kelihatannya masih kecil kemungkinannya.
Karena daerah tersebut merupakan lahan hijau. Tapi tidak tahu kedepannya tata ruangnya seperti apa, " jelasnya.
• Oknum Guru di Banjarnegara Setubuhi Muridnya di Toilet hingga di Pinggir Jalan, Ini Pengakuannya
• Rumahnya di Banyumas Jadi Lokasi Pembantaian Satu Keluarga, Misem Ungkap Kejadian 20 Hari Setelahnya
• Sepasang Tamu Hotel di Baturraden Banyumas Tewas, Polisi Temukan Pil dan Cairan
• Kisah di Balik Penemuan Korban Pembunuhan di Sigaluh: Saat Tim Putus Asa, Terdengar Suara Memanggil
Namun demikian, ia telah menggerakkan masyarakat dalam hal ekonomi kerakyatan.
Pihaknya telah menyosialisakan kepada masyarakatnya untuk mengembangkan industri rumahan (home industri).
"Home industri telah digerakkan. Masyarakat diminta untuk membuat cinderamata, maupun makanan kecil untuk oleh-oleh penumpang pesawat," ujarnya. (*)