Breaking News:

Soal Tersangka JP, Anak Kedua Hakim Jamaluddin: Tiap Malam Jumat Datang ke Rumah Main Dam Batu

Tak dinyana, satu dari dua orang eksekutor hakim Jamaluddin, Jeffry Pratama, rupanya dulu sering datang ke rumah kkorban pada tiap malam Jumat

Editor: yayan isro roziki
(KOMPAS.COM/DEWANTORO)
Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin (memegang mikrofon) memamarkan kasus pembunuhan hakim PN Medan di Mapolda Sumut Rabu pagi tadi(8/1/2020). Di belakangnya, istri korban, Zuraida Hanum yang ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan dua orang lainnya, Jefri Pratama dan Reza Pahlevi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MEDAN - Rajif, anak kedua almarhum Jamaluddin (55), mengatakan seorang tersangka eksekutor pembunuh ayahnya, Jeffry Pratama (JP/42), sebelumnya sudah sering datang ke rumah korban.

Menurut Rajif, saat ia masih tinggal di Medan, JP hampir tiap malam Jumat datang ke rumah dan bermain dam batu bersama ayahanya: almarhum Jamaluddin.

Mulanya, Rajif tak mengetahui bila JP merupakan sosok yang dulu sering datang ke rumah.

Kondisi Terkini Fanni Ratu Keraton Agung Sejagat, Kapolda Jateng Sebut Merasa Dapat Wangsit Ini

Kisah Jalanan Rusak di Tungkep Purbalingga. Bupati Tiwi Terjatuh Hingga Warga yang Patah Tulang

Viral Makan 2 Ekor Ayam Dihargai Rp 800 Ribu, Pemilik Rumah Makan Beberkan Alasan Naikkan Harga

Kisah Mencekam Bus Malam-malam Terjebak di Jalan Perbatasan Banjarnegara-Kebumen, Penyebab Terungkap

Namun, begitu polisi memperlihatkan foto JP, Rajif yang kini kuliah dan tinggal di Jakarta, baru mengingat sosok JP.

Hal itu disampaikan Rajif saat berada di lokasi penemuan jasad ayahnya, di area perkebunan sawit, turut Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Fame, Kecamatan Kutalimbaru, Delil Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Menurut pria berkacamata itu, kelakuan para tersangka tidak manusiawi dan harus dihukum seberat-beratnya, minimal seumur hidup.

BREAKING NEWS: Tim SAR Evakuasi Jasad Pemancing di Goa Lawa Karangbolong

Ilmuwan Cilik dari Seluruh Indonesia Beradu dalam Air Force Fair 2020 di Purwokerto

Meski dulu ingat, JP serign datang ke rumah, Rajif yang sejak Agustus 2019 tinggal di Jakarta untuk kuliah itu, mengaku tidak kenal dengan para tersangka.

Dia mengaku ngeh dengan tersangka setelah ada polisi menunjukkan identitas pelaku.

"Awalnya nggak ngeh. Baru ngeh setelah ada polisi dan wartawan datang. Dulu sering datang ke rumah, tapi tak begitu kenal," katanya.

Upaya Penculikan Anak di Demak Gagal, Korban Gigit Pundak Terduga Pelaku dan Melempari Batu

Gaji Pramugari 7 Maskapai Penerbangan di Indonesia, Ada yang Capai Rp 30 Juta Per Bulan Lho

Rajif menjelaskan, saat dirinya masih di rumah, dia mengetahui bahwa JP sering ke rumah dan main dam batu dengan ayahnya (korban). 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved