Ayah-Bunda, Tak Hanya Faktor Genetis Kecerdasan Anak Juga Dipengaruhi Suasana Rumah Lho!
Banyak faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak. Selain faktor genetis, juga dipengaruhi oleh suasana rumah dan lingkungan tempat tumbuh kembang anak
TRIBUNBANYUMAS - Banyak faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak. Selama ini, faktor genetis dianggap dominan dalam dalam mempengaruhi kecerdasan buah hati.
Namun, studi terbaru mengungkapkan, kecerdasan anak tak hanya dipengaruhi soal genetis.
Melainkan, pola asuh, suasana rumah dan lingkungan tempat di mana si anak tumbuh kembang turut berpengaruh signifikan pula dalam membentuk kecerdasan anak.
• Warga Ponjen Purbalingga Temukan Situs Diduga Candi, Pernah Ditinjau Balai Arkeologi
• Satu Keluarga Dibantai Secara Keji di Banyumas, Terbongkar 5 Tahun Kemudian, Ini Pengakuan Pelaku
• Foto-Foto Penemuan Granat Aktif di Sungai Klawing Purbalingga
• Kelalaian dan Buruknya Boeing 737 Max Terungkap dari Bocornya Percakapan Internal Karyawan
Studi diterbitkan jurnal Proceeding of National Academy of Sciences menyebut, meski genetika memengaruhi kecerdasan anak, orangtua yang menyediakan lingkungan rumah ideal cenderung memiliki anak dengan tingkat kecerdasan lebih tinggi.
“Selain orangtua biologis, lingkungan rumah adalah alasan penting mengapa anak-anak bisa tumbuh lebih pintar,” ungkap studi yang dilansir dari laman Parents.
Kriteria rumah ideal Lingkungan rumah ideal menurut studi ini ialah rumah yang dipenuhi diskusi interaktif antara orangtua dengan anak. Diskusi bisa beragam topik, mulai dari yang serius seperti pengetahuan umum dan pelajaran, atau diskusi ringan seputar hobi serta keseharian orangtua-anak.
• Liburan Ke New York, Fateh Adik Atta Halilintar Ketinggalan di Dubai Sendirian
• Waspada Modus Baru Perampokan Memanfaatkan Prostitusi Online
Rumah yang ideal juga digambarkan dengan rumah yang memberikan anak kesempatan bereksperimen, seperti membaca segala macam buku (untuk anak usia dini, orangtua yang membacakan dengan lantang).
Lalu, anak juga diberi fasilitas untuk membuat karya seni, hingga diberi kesempatan berkunjung ke museum yang bisa menambah wawasan dan keinginan anak untuk belajar.
Untuk mendapatkan kesimpulan tersebut, tim peneliti Swedia membandingkan kemampuan kognitif 436 pasang saudara kandung usia remaja di negara tersebut.
Selama penelitian, saudara tersebut diminta untuk tinggal di rumah berbeda. Satu bersama orangtua kandung dan satunya bersama orangtua asuh sementara. Selain itu, selama penelitian, tingkat IQ tiap anak diukur dan tingkat pendidikan orangtua juga dinilai pada skala tertentu.
• Penemuan Candi di Ponjen Purbalingga Masih Diragukan, Ini Kata Badan Arkeologi
• Rugi Besar Karena Banjir, Mal-mal di Jakarta Tuntut Ganti Rugi ke Gubernur Anies
Hasilnya, tak peduli orangtua kandung atau orangtua asuh, bila lingkungan rumah dibuat ideal seperti kriteria yang telah disebutkan, sama-sama dapat meningkatkan kecerdasan anak yang dilihat dari tes IQ.
Sejumlah hal pengaruhi tingkat IQ anak Ada sejumlah hal dapat memengaruhi kecerdasan anak dari usia bayi hingga remaja.
“Kami tidak menyangkal kemampuan kognitif memiliki komponen genetik, walau begitu adalah pikiran naif untuk mengatakan kecerdasan hanya bergantung gen,” papar penulis utama studi Kenneth S. Kendler.
Selain dipengaruhi oleh suasana rumah, penelitian ini juga menemukan, tingkat pendidikan dan ekonomi orangtua ternyata juga ikut berpengaruh.
• Begini Kata Kapolrestabes Bandung Soal Kejanggalan Kematian Lina Mantan Istri Sule
• Mengintip Pabrik Drone Pembunuh Jenderal Iran Qasem Soleimani yang Untung Rp 37 Triliun
Para peneliti menemukan, IQ saudara kandung dibesarkan pihak orangtua dengan tingkat pendidikan dan ekonomi lebih rendah memiliki IQ 4,4 poin lebih rendah dari saudaranya yang tinggal bersama orangtua berpendidikan lebih tinggi dan aman secara finansial.