PSIS Semarang
Panser Biru Cabut Boikot Nonton PSIS di Jatidiri, Berharap Mahesa Jenar Bertahan di Championship
"Targetnya kita nuntut bertahan untuk tahun ini, dan musim depan baru all out untuk promosi," kata Wareng, pentolan Panser Biru
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Panser Biru resmi mencabut boikot pertandingan home PSIS yang telah berlangsung selama dua tahun.
- Laga kandang terdekat PSIS Semarang pada tanggal 3 Januari 2026 mendatang dipastikan sudah bisa disaksikan dengan penonton.
- Sebenarnya laga kandang dengan kehadiran suporter harusnya sudah diberlakukan ketika menjamu Persipura Jayapura beberapa waktu lalu, tetapi dinamika akuisisi saham yang terjadi saat itu sehingga laga kandang masih berlangsung tanpa penonton.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARAN - Harapan baru muncul dari kelompok suporter PSIS, Panser Biru.
Hal itu setelah masuknya investor baru di PSIS Semarang, yakni Datu Nova Fatmawati yang mengakuisisi saham mayoritas PT. Mahesa Jenar yang dimiliki Yoyok Sukawi sebelumnya.
Titik balik ini, diharapkan menjadi kebangkitan bagi tim kebanggaan masyarakat Kota Semarang tersebut.
Harapan Panser Biru, tidak muluk-muluk: PSIS bisa bertahan di Championship.
Panser Biru sadar betul, di putaran pertama, PSIS babak belur karena tak pernah menang.
Kemenangan baru diraih usai PSIS diakuisisi oleh istri dari CEO Persela Lamongan.
Kini, harmonisasi antara manajemen baru dengan suporter begitu terlihat ditandai dengan beberapa pertemuan dalam kurun waktu terakhir.
Satu di antaranya yakni pertemuan CEO Datu Nova bersama sang suami Fariz Julinar Maurisal dengan Panser Biru dalam sarasehan beberapa waktu lalu.
Baca juga: PSIS Semarang Mulai Lakukan Perombakan, Tegar Infantrie Didatangkan dari Persita Tangerang
Salah satu hasil dari pertemuan itu yakni Panser Biru resmi mencabut boikot pertandingan home PSIS yang telah berlangsung selama dua tahun.
Dengan hasil pertemuan tersebut, laga kandang terdekat PSIS Semarang pada tanggal 3 Januari 2026 mendatang dipastikan sudah bisa disaksikan dengan penonton. Euforia dan atmosfer Stadion Jatidiri tentu sangat dibutuhkan skuad PSIS untuk meraih kemenangan perdana di kandang sendiri musim ini, sekaligus kemenangan perdana di tahun 2026.
Ketua Umum DPP Panser Biru, Kepareng Wareng kepada Tribun Jateng menyampaikan bahwa sebenarnya laga kandang dengan kehadiran suporter harusnya sudah diberlakukan ketika menjamu Persipura Jayapura beberapa waktu lalu. Namun, dinamika akuisisi saham yang terjadi saat itu sehingga laga kandang masih berlangsung tanpa penonton.
"Dalam pertemuan kemarin, semua permintaan suporter kepada manajemen dipenuhi. Terus mereka menyambut baik dan kita sudah ada MOU ya kesepakatan dengan manajemen dengan suporter. Ya akhirnya (boikot) kita cabut," kata Kepareng, Minggu (30/11/2025).
"Laga lawan Persipal, kita sudah mendukung kembali di Stadion," terangnya.
Wareng mengatakan, awal melakukan boikot dikarenakan adanya ketidaksepahaman dengan manajemen lama terkait pengelolaan tiket.
Baca juga: Usai Kalahkan Persiba, Tantangan Jafri Sastra Kini Hindarkan PSIS dari Ancaman Degradasi ke Liga 3
"Biasanya pengelolaan tiket itu di kelola supporter, tapi Mas Yoyok saat itu enggak mau jika dikembalikan ke korwil. Lah teman-teman Korwil kalau tidak lewat DPP Panser Biru tidak mau. Akhirnya teman-teman Korwil sepakat memboikot," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/capo-panser-biru-psis-semarang-ferry-opel-dan-jefri.jpg)