Berita Pendidikan
Seru, Debat Bakal Calon Rektor UIN Walisongo, 16 Kandidat Adu Visi Misi Pengembangan Kampus
Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) Semarang menggelar Debat Bakal Calon Rektor UIN Walisongo Semarang. Debat berlangsung seru!
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Rustam Aji
Ia juga menekankan pentingnya memperluas jejaring kemitraan nasional dan internasional.
“Kemitraan yang dibangun para pemimpin terdahulu itu banyak, tapi sebagian belum dikembangkan maksimal. Kita harus membuka peluang seluas-luasnya,” katanya.
Ia menambahkan, budaya inovasi, kolaborasi, dan keterbukaan informasi harus menjadi karakter kampus.
“Tidak ada superman. Yang ada adalah superteam,” tegasnya.
Baca juga: UIN Walisongo Semarang Berduka, 6 Mahasiswa KKN-nya Hanyut di Kendal, 3 Ditemukan Meninggal
Prof. Abdul Ghofur menegaskan komitmennya membangun UIN Walisongo sebagai kampus yang berbasis riset, futuristik, dan kuat pada nilai-nilai Islam.
Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi modern harus dibangun dengan landasan akademik yang kokoh.
“Reason itu sekarang menjadi basis dari semua kebijakan. Manakala keputusan diambil tanpa riset, maka akar dan fondasinya tidak kuat. Karena itu sejak semester awal, mahasiswa harus dibiasakan berhadapan dengan tradisi ilmiah,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi informasi, budaya akademik berbasis riset, tata kelola profesional, peningkatan kompetensi SDM, penguatan jejaring kerja sama dalam dan luar negeri, serta pelibatan alumni.
Menurutnya, kampus yang maju harus ditopang oleh ekosistem akademik yang kolaboratif dan berorientasi masa depan.
Kandidat lain, Prof. Imam Yahya membawa gagasan “unggul, inovatif, dan mendunia” sebagai fokus pembangunan kampus.
Ia menyoroti pentingnya menjaga akreditasi institusi dan program studi.
“Tahun 2025 ini UIN Walisongo sudah unggul institusinya, dan hampir 60 persen prodinya unggul. Tapi ke depan standar itu naik. Kalau kita mau tetap unggul, minimal 60 persen prodi harus berstatus unggul,” tuturnya.
Ia juga menekankan urgensi transformasi digital dan kesiapan menghadapi era kecerdasan buatan.
“Tanpa mengikuti perkembangan AI, kita akan tertinggal. Sistem akademik dari rektorat sampai mahasiswa harus adaptif,” katanya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa UIN Walisongo harus semakin terhubung dengan dunia global.
| Video Pemprov Jateng Kirim Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera Rp1,3 Miliar |
|
|---|
| Nestapa Warga Desa Prapag Lor Brebes, Setiap saat Menjadi Langganan Banjir Rob |
|
|---|
| PSIS Perkenalkan Dua Pemain Baru, Gustur Merasa Panggilan Jiwa |
|
|---|
| Jaga Marwah Kiai, PW GP Ansor Diminta Fokus Program Kerja dan Tidak Terpengaruh Polemik PBNU |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/debat-calon-rektor-okkke.jpg)