Kamis, 18 Juni 2026

Curhat ke DPRD Wonosobo, APPSI Protes Jarak Minimarket Tinggal 100 Meter

APPSI Wonosobo wadul ke DPRD soal sepinya pasar tradisional, Rabu (17/6). Mereka protes aturan jarak pasar modern yang kini cuma 100 meter.

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
PASAR TRADISIONAL - Perwakilan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Wonosobo saat melakukan audiensi menyampaikan aspirasi kepada jajaran DPRD Kabupaten Wonosobo, Rabu (17/6/2026). Para pedagang menuntut regulasi perlindungan serta evaluasi jarak pasar modern yang dinilai makin menyudutkan pasar tradisional. 

Ringkasan Berita:
  • Pengurus APPSI Wonosobo mengadu ke DPRD setempat pada Rabu (17/6/2026) sore terkait sepinya pasar tradisional akibat gempuran pemodal besar. 
  • Mereka menyoroti perubahan aturan jarak pendirian pasar modern dari 2 kilometer menjadi hanya 100 meter. 
  • Kebijakan ini dinilai mengancam hajat hidup 10 ribu pedagang di 15 pasar kecamatan. 
  • Ketua DPRD Wonosobo, Eko Prasetyo, berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan ini demi melindungi kearifan lokal.

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Perwakilan pedagang yang bernaung di bawah payung Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Wonosobo melakukan audiensi untuk menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi riil pasar tradisional kepada jajaran DPRD Kabupaten Wonosobo, Rabu (17/6/2026) sore.

Ketua APPSI Kabupaten Wonosobo, Fikri Wijaya, mengungkapkan bahwa rentetan keluhan yang disampaikan ini sejatinya bukanlah sebuah persoalan baru di kalangan pedagang.

Menurutnya, keresahan tersebut rupanya sudah sekian lama dirasakan oleh para pedagang kecil, namun baru pada momen inilah mereka bisa mengorganisir diri dan menyuarakannya secara bersama-sama di hadapan wakil rakyat.

Baca juga: ASN Wonosobo Didorong Naik Angkot Buntut Harga BBM Naik

"Ini kan lama terpendam, artinya unek-unek dari masyarakat pasar tradisional pada umumnya," kata Fikri membeberkan kondisi di lapangan.

Ia menilai, selama ini eksistensi pasar tradisional seolah-olah dibiarkan dan berada di posisi yang terus terpinggirkan. Sementara di sisi lain, perhatian dari pihak pemerintah daerah justru dinilai lebih banyak dan condong tertuju pada sektor-sektor usaha yang memiliki modal jauh lebih besar.

Padahal, Fikri menekankan bahwa denyut nadi pasar tradisional selama ini selalu menjadi tempat bergantung hidup bagi ribuan masyarakat menengah ke bawah.

Berdasarkan data internal, APPSI mencatat bahwa sedikitnya ada sekitar 10 ribu orang warga yang menggantungkan sumber penghasilannya dari aktivitas perdagangan di berbagai pasar tradisional di seluruh Kabupaten Wonosobo.

"Pasar tradisional itu merupakan hayat hidup orang banyak," ujarnya.

Fikri pun secara terus terang mengaku sangat khawatir. Apabila ke depannya tidak ada regulasi perlindungan maupun upaya penguatan dari pihak pemerintah, maka eksistensi pasar tradisional akan semakin tersudut dan terancam.

"Kita khawatir kalau ini tidak ada perlindungan, tidak ada penguatan, lama-lama pasar tradisional itu hilang sama sekali," ucapnya miris.

Sebagai gambaran, organisasi APPSI Wonosobo saat ini beranggotakan serta menaungi perwakilan dari sekitar 15 pasar tingkat kecamatan yang tersebar di seluruh penjuru Kabupaten Wonosobo. Jumlah tersebut bahkan belum termasuk hitungan pasar-pasar skala kecil di tingkat desa yang juga menjadi urat nadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Fikri menjelaskan, inisiatif terbentuknya APPSI ini diharapkan bisa menjadi wadah konkret untuk menyatukan suara para pedagang yang pada masa-masa sebelumnya hanya bergerak merana secara sendiri-sendiri.

Salah satu poin tuntutan utama yang disuarakan lantang oleh pihak APPSI dalam kesempatan tersebut adalah jaminan perlindungan dan langkah penguatan untuk pasar tradisional.

Menurut pandangan Fikri, wujud perlindungan itu seyogianya tidak hanya sebatas kebijakan di atas kertas, tetapi juga harus diwujudkan secara nyata melalui perbaikan sarana dan prasarana fisik, serta pembenahan sistem tata kelola pasar.

"Kita lebih cenderung bagaimana meningkatkan perlindungan dan penguatan pasar," ujarnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
1 - 3
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved