Cilacap
Suhu 33 Derajat Tapi Terasa Sejuk, Angin Australia Landa Cilacap
BMKG Tunggul Wulung prediksi kemarau Cilacap 2026 lebih kering 15 persen. Dimulai pertengahan Mei, suhu bisa terasa sejuk efek angin Australia.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Awal kemarau di Cilacap diprediksi mulai pada dasarian kedua Mei 2026 dari wilayah timur.
- Kemarau tahun ini berpotensi 15 persen lebih kering di bawah rata-rata normal.
- Durasi kemarau bervariasi, wilayah selatan seperti Nusakambangan berlangsung sekitar 14 dasarian.
- Meski suhu sentuh 33 derajat, udara kadang terasa sejuk imbas angin timuran Australia.
- BMKG imbau warga waspada kekeringan dan petani memilih tanaman tahan cuaca.
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Musim kemarau tahun 2026 di wilayah Kabupaten Cilacap diperkirakan datang dengan kondisi yang lebih kering dari biasanya. Awal kemarau ini mulai terasa sejak bulan Mei dasarian kedua, bergerak perlahan dari wilayah timur.
“Secara umum musim kemarau di Cilacap dimulai pada Mei dasarian kedua dari wilayah timur, kemudian meluas ke wilayah lain,” ujar Adnan, Rabu (6/5/2026).
Ia menyebutkan, durasi atau lamanya musim kemarau di Cilacap cukup bervariasi tergantung pada masing-masing wilayah, dengan rata-rata mencapai angka belasan dasarian.
Baca juga: Hadapi Kemarau, Provinsi Jawa Tengah Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih
“Secara umum berlangsung sekitar 18 dasarian, namun untuk wilayah selatan termasuk Nusakambangan sekitar 14 dasarian, dan wilayah timur sekitar 16 dasarian,” jelasnya.
“Sifat musim kemarau di bawah normal, artinya curah hujan lebih rendah dari rata-rata periode 1991-2020, setidaknya sekitar 15 persen lebih kering,” ungkapnya merinci.
Meski sangat identik dengan suhu panas yang terik, kondisi kemarau di wilayah Cilacap rupanya tidak selalu terasa menyengat karena adanya pengaruh embusan angin dari daratan Australia.
“Kalau suhu memang bisa mencapai 32-33 derajat, tapi kadang terasa sejuk karena angin timuran dari Australia yang sedang musim dingin,” katanya.
“Dampaknya antara lain potensi kekeringan yang berpengaruh pada ketersediaan air bersih, sektor pertanian, serta risiko kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
Ia sangat menyoroti pentingnya kesiapan masyarakat, khususnya di kalangan para petani, dalam menghadapi musim kering yang lebih panjang dan intens pada tahun ini.
“Petani perlu memilih varietas tanaman yang tahan kekeringan atau memiliki masa panen pendek agar tidak terjadi penurunan produksi,” imbuh Adnan memberikan saran.
“Kondisi yang lebih kering membuat api lebih mudah menyebar, sehingga pembakaran sampah atau lahan harus dihindari,” tegasnya.
Sebagai informasi tambahan, pihak BMKG memprediksi bahwa puncak musim kemarau di Kabupaten Cilacap akan benar-benar terjadi pada bulan Agustus 2026 mendatang.
“Puncak kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan sejak sekarang,” pungkas Adnan. (ray)
| Lulusan SD Dominasi 1.285 Jemaah Haji Cilacap, Tertua Kasinem Usia 91 |
|
|---|
| Patungan Rp150 Ribu, Dua Pria Ambil Sabu di Hutan Kubangkangkung |
|
|---|
| Gaji Sebulan Tak Kebeli Emas 1 Gram, Seribu Buruh Cilacap Siap Kepung Jalanan |
|
|---|
| Dexlite Tembus Rp23 Ribu, SPBU di Kroya Cilacap Mendadak Lengang |
|
|---|
| Ramai Isu El Nino Godzilla Landa Cilacap, Ini Penjelasan Resmi BMKG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260506-prediksi-musim-kemarau-cilacap.jpg)