Jumat, 8 Mei 2026

Brebes

Sidak Gudang Bulog Cimohong, DPR RI Kaget Plastik Beras Masih Impor

Wabup Brebes dan DPR RI sidak Gudang Bulog Cimohong, Sabtu (2/5/2026). Stok beras dipastikan aman, namun plastik kemasannya masih impor.

Tayang:
Tribun Banyumas/Wahyu Nur Kholik
SIDAK GUDANG BULOG - Wakil Bupati Brebes, Wurja, mendampingi anggota DPR RI, M Haikal, saat melakukan inspeksi mendadak di Kompleks Pergudangan Bulog Cimohong, Bulakamba, Kabupaten Brebes, Sabtu (2/5/2026). Sidak ini dilakukan untuk memastikan stok beras aman sekaligus menyoroti evaluasi penggunaan plastik kemasan yang masih impor. 

Ringkasan Berita:
  • Wabup Brebes dan anggota DPR RI sidak ke Gudang Bulog Cimohong, Sabtu (2/5/2026).
  • Stok beras se-Jawa Tengah capai 372.362 ton, dipastikan aman hingga akhir tahun.
  • Gudang Bulog induk penuh sehingga harus sewa ruang kepada pihak BUMN dan swasta.
  • Serapan beras tinggi merupakan bagian dari program swasembada pangan pemerintah.
  • DPR RI menyoroti penggunaan plastik kemasan beras SPHP yang ternyata masih impor.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Wakil Bupati Brebes, Wurja, mendampingi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kompleks Pergudangan Bulog Cimohong, Kecamatan Bulakamba, pada Sabtu (2/5/2026).

Pastikan Stok Aman

Baca juga: Ribuan Petani Tebu Blora Demo di Alun-alun, Tuntut Bulog Soal Operasional Pabrik Gula GMM

Dalam kunjungan tersebut, Wurja memastikan secara langsung bahwa ketersediaan stok pangan di wilayah Kabupaten Brebes terbilang sangat aman hingga memasuki akhir tahun mendatang.

"Saat ini untuk stok insyaallah sampai untuk akhir tahun, apalagi ini menjelang ada beberapa yang panen tentu akan menambah stok pangan di Brebes," ujar Wurja selaku Wakil Bupati Brebes.

Ratusan Ribu Ton

Sementara itu, Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, memaparkan bahwa pasokan beras yang ada di seluruh wilayah Jawa Tengah hingga akhir April lalu telah mencapai angka 372.362 ton. Dari jumlah fantastis tersebut, sebanyak 80 persen di antaranya saat ini sudah berwujud beras siap edar.

"Sedangkan sisanya masih dalam tahap pengolahan," ungkap Sri Muniati saat memberikan penjelasan di lokasi.

Salurkan Bantuan Pangan

Saat ini, kata Sri, pihaknya sedang gencar menyalurkan program bantuan pangan yang progresnya sudah berjalan menyentuh angka 30 persen. Proses penyaluran ini akan terus dimaksimalkan hingga mencapai puncaknya pada akhir Mei bulan ini.

"Terkait stok yang ada saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan penyaluran, baik itu untuk bantuan pangan ataupun penjualan beras SPHP yang bisa diakses oleh masyarakat luas," jelasnya merinci ketersediaan barang.

"Insyaallah bisa mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun nanti. Bahkan, kami hingga saat ini masih terus melakukan serapan gabah dari para petani," imbuh Sri.

Pinjam Gudang Swasta

Target penyerapan yang sudah terealisasikan hingga awal Mei ini dilaporkan telah mencapai 200 ribu ton lebih. Dengan artian, target capaian tersebut sudah menyentuh 52 persen dari total rencana 374 ribu ton dalam kurun waktu setahun penuh.

"Dengan target besar yang diberikan oleh pemerintah, tentunya space yang tersedia di kompleks gudang Bulog induk itu tidak mencukupi. Tetapi kami didukung kerja sama dari pihak BUMN dan swasta yang menyediakan gudang untuk kami. Dan alhamdulillah sampai saat ini kapasitasnya masih cukup memadai," ucapnya menyukuri sinergi antarlembaga tersebut.

Soroti Kemasan Impor

Di sisi lain, anggota DPR RI, M Haikal, menyebutkan bahwa sidak yang dilakukannya tersebut tidak lain adalah untuk memastikan stok pangan nasional benar-benar aman di tengah kondisi geopolitik dunia yang belum stabil.

Langkah ini sekaligus untuk mengawal program strategis swasembada pangan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto bagi masyarakat Indonesia agar bisa berjalan aman dan terkendali.

"Hari ini alhamdulillah dapat kabar gembira, bersama Wakil Bupati Brebes dan Pimwil Bulog Jateng kita diberi informasi bahwa gudang beras Bulog Cimohong penuh," ujarnya.

Meski begitu, Haikal menyebutkan bahwa masih ada beberapa hal krusial yang perlu diperhatikan oleh pemerintah. Salah satunya, yakni menyoal ketersediaan plastik pembungkus yang digunakan untuk mengemas beras, baik yang nantinya didistribusikan sebagai bantuan pangan maupun beras SPHP.

"Tentunya ini menjadi perhatian dan catatan-catatan kami karena plastiknya masih impor. Dan ke depan ini menjadi hal yang harus kita perhatikan bersama, bahwa dalam swasembada pangan itu juga ada bungkus dan urusan logistik lain yang harus menjadi perhatian," terangnya memberikan catatan evaluasi.

"Tapi secara keseluruhan kegiatan operasional di Bulog ini sudah cukup bagus. Dan kalau di Brebes serta Tegal ini memang menjadi lumbung sumber beras, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," pungkas Haikal mengakhiri tinjauannya. (Pet)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved