Oknum DPRD Temanggung Diduga Aniaya Wanita, Tulang Hidung Sampai Geser
Seorang wanita diduga dianiaya oknum anggota DPRD PPP hingga hidungnya geser di tempat karaoke Bandungan, Semarang, usai keduanya mabuk.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Seorang wanita diduga menjadi korban penganiayaan oknum anggota DPRD dari Partai PPP di tempat karaoke kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang.
- Akibat kejadian usai mabuk itu, korban mengalami luka di sekujur tubuh hingga tulang hidung bergeser.
- Kuasa hukum korban mendatangi Polres Semarang pada Senin (13/4/2026) guna meminta keadilan.
- Fraksi PPP DPRD Kab. Semarang menduga oknum tersebut adalah anggota DPRD Kabupaten Temanggung.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Seorang wanita diduga dianiaya oleh oknum anggota dewan saat berada di sebuah tempat karaoke di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang.
Kejadian tersebut mencuat dan diketahui publik melalui video pernyataan dari kuasa hukum korban yang diunggah di akun TikTok @liongred.
Aduan Dugaan Penganiayaan
Baca juga: Oknum Anggota Dewan Aniaya Perempuan di Tempat Karoke Bandungan Semarang
Dalam video tersebut, kuasa hukum menyampaikan bahwa dirinya bersama kliennya telah mendatangi Polres Kabupaten Semarang pada Senin (13/4/2026).
Kedatangan mereka bertujuan untuk mengadukan dugaan tindak penganiayaan yang diduga kuat dilakukan oleh oknum anggota dewan dari Partai PPP.
Peristiwa nahas itu disebut terjadi di sebuah tempat hiburan karaoke di wilayah Bandungan.
Kejadian tersebut bermula pada saat mereka bersama-sama mendatangi tempat karaoke di Bandungan.
Berdasarkan penuturan kuasa hukum, setelah mabuk tinggi, laki-laki yang merupakan anggota dewan ini melakukan penganiayaan secara berulang-ulang.
Akibatnya, korban menderita luka di sekujur tubuh mulai dari lengan, paha, punggung, hingga muka.
Bahkan, tulang hidung korban dilaporkan bergeser ke kanan.
"Atas kejadian tersebut, kami mengadukan hal ini ke Polres Kabupaten Semarang. Kami minta kepada Ibu Kapolres beserta Bapak Kasat Reskrim untuk segera menangkap dan melakukan tindakan seadil-adilnya, menegakkan hukum setinggi-tingginya di saat negara sedang dalam proses perbaikan, kemajuan, dan karakter kinerja anggota dewan tapi saat ini telah diciderai hal tersebut oleh salah satu oknum anggota dewan. Kami mohon segera dilakukan penangkapan," tutur sang kuasa hukum dalam video tersebut.
Keterangan Kepolisian Semarang
Saat dikonfirmasi mengenai insiden ini, Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima aduan resmi terkait kasus tersebut.
"Mohon maaf, belum ada aduan, jadi kami belum dapat memberikan keterangan," terangnya secara singkat melalui pesan tertulis.
Ia mengatakan lebih lanjut bahwa rencana pelaporan secara resmi memang akan dilakukan oleh pihak korban.
Namun, ternyata hal itu belum terealisasi pada malam sebelumnya dan kemungkinan baru akan diajukan hari ini.
"Semalam tidak jadi (laporan). Mau buat lapor hari ini," ucapnya menambahkan.
Klarifikasi Fraksi PPP
| Oknum Anggota Dewan Aniaya Perempuan di Tempat Karoke Bandungan Semarang |
|
|---|
| Beberapa Tempat Karaoke di Batang Nekat Beroperasi di Bulan Suci |
|
|---|
| Siap Tempuh Jalur Hukum, Satpol PP Blora Ingatkan Pengusaha Karaoke yang Nekat Buka saat Ramadan |
|
|---|
| Diskotek, Karaoke dan Spa di Semarang Boleh Buka Saat Ramadan tapi Dibatasi |
|
|---|
| Soal Masjid di Bandungan Diacak-acak, Polisi Sebut Ada Masalah Pribadi dengan Pemilik Karaoke |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260414-tangkapan-layar-video-penganiayaan.jpg)