Jawa Tengah
Lindungi Nyawa Pendaki, Radius Aman Gunung Slamet Diperluas 3 Km
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi memperluas radius aman Gunung Slamet menjadi 3 kilometer dari kawah puncak.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Aktivitas vulkanik Gunung Slamet kian meningkat dan mengancam keselamatan.
- Kepala Pos PGA Slamet menyebut suhu kawah melonjak tajam dari 247,4 derajat menjadi 463 derajat Celcius.
- PVMBG pun segera memperluas radius bahaya menjadi 3 kilometer dari puncak kawah.
- Ancaman erupsi abu hingga lontaran material pijar mengintai.
- Meski berstatus Waspada, warga di lima kabupaten penyangga diimbau tetap tenang dan menjauhi zona bahaya demi menyelamatkan nyawa.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Potensi bahaya erupsi yang mengintai dari puncak Gunung Slamet memaksa otoritas kegunungapian mengambil langkah antisipatif demi melindungi nyawa masyarakat.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi telah menarik mundur batas radius aman aktivitas warga, dari yang sebelumnya 2 kilometer menjadi 3 kilometer dari bibir kawah.
Keputusan krusial ini diambil menyusul adanya peningkatan aktivitas magmatik yang sangat agresif, yang terekam jelas baik melalui pengamatan visual kasatmata maupun pantauan instrumen di lapangan.
Baca juga: Aktivitas Magma Naik, Jauhi Puncak Gunung Slamet Radius 3 Km
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet, Muhammad Rusdi, merinci bahwa kebijakan perluasan zona bahaya ini dituangkan dalam Laporan Khusus Nomor 631.Lap/GL.03/BGL/2026 yang diterbitkan pada Sabtu (4/4/2026).
"Hasil analisis citra termal menunjukkan suhu kawah naik drastis dari 247,4 derajat Celcius pada September 2024 menjadi 463 derajat Celcius pada 3 April 2026. Selain itu, area anomali panas di sekitar dinding kawah juga meluas," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunbanyumas.com, Sabtu (4/4/2026).
Fenomena perut bumi ini sejatinya telah memperlihatkan gelagat tidak biasa sejak penghujung Maret 2026 lalu.
PVMBG mencatat adanya semburan gas putih tebal yang membumbung hingga 300 meter.
Tak hanya itu, instrumen seismik juga menangkap ratusan kali gempa embusan dan gempa frekuensi rendah.
Seluruh parameter ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa desakan gas magmatik tengah bergerak menembus kedalaman yang lebih dangkal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa ancaman yang paling mungkin terjadi akibat kondisi ini mencakup letusan abu vulkanik pekat, guyuran hujan lumpur, hingga lontaran batuan pijar mematikan di sekitar area puncak.
Kendati gelombang aktivitas terus meningkat, status Gunung Slamet hingga detik ini masih dipertahankan pada Level II atau Waspada.
Lana mengingatkan masyarakat yang bermukim di lima kabupaten penyangga, yakni Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, untuk tidak panik namun tetap menyalakan alarm kewaspadaan.
"Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak. Ikuti informasi resmi dan jangan terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," tegas Lana memperingatkan.
Hingga saat ini, para petugas di Pos PGA Slamet yang bermarkas di Desa Gambuhan, Pemalang, terus bersiaga 24 jam penuh.
Mereka terus memelototi setiap pergerakan jarum seismograf guna memastikan setiap perubahan karakter gunung dapat segera direspons dengan langkah penyelamatan yang tepat. (jti)
| Aktivitas Magma Naik, Jauhi Puncak Gunung Slamet Radius 3 Km |
|
|---|
| Kenang 12 Korban Tewas, PUPR Jateng Bangun Jalur Penyelamat Purworejo |
|
|---|
| Plt Bupati Cilacap Kritik KPK, Sebut OTT Jebakan Tanpa Peringatan |
|
|---|
| BKD Jateng Periksa Korban Pelecehan Oknum Ngaku Ajudan Gubernur |
|
|---|
| Pemprov Jateng Kaji Formasi CASN 2026, Kuota Guru Paling Banyak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260404-update-aktivitas-gunung-slamet.jpg)