Sabtu, 18 April 2026

OTT KPK di Cilacap

Viral Surat Cinta Bupati Cilacap Bantah Peras THR, Bawa Nama Tuhan

Beredar surat tulisan tangan diduga milik Bupati Cilacap Syamsul usai ditahan KPK, berisi bantahan terima uang THR dan permintaan maaf.

INSTAGRAM
Viral Surat Dugaan Milik Bupati Cilacap, Tangkapan layar surat bertuliskan tangan yang diduga ditulis oleh Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman beredar di media sosial, berisi bantahan penerimaan uang THR dan permintaan maaf pada keluarga, Selasa (17/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Jagat maya digegerkan dengan beredarnya surat tulisan tangan yang diduga dibuat oleh Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. 
  • Dalam surat tersebut, ia membantah keras telah menginstruksikan pengumpulan uang THR dan berani bersumpah atas nama Tuhan tidak menerima sepeser pun. 
  • Selain berisi pembelaan atas kasus yang ditangani KPK, surat itu juga memuat pesan emosional dan permohonan maaf kepada istri serta kedua anaknya, Jagad dan Raya.

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Ruang publik maya baru-baru ini digemparkan oleh kemunculan secarik surat bertuliskan tangan yang diyakini kuat merupakan goresan pena Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman (SAR).

Di tengah pusaran penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sedang menjeratnya, Syamsul merangkai pesan bernada sendu yang secara khusus ditujukan untuk istri, buah hati, serta kedua orang tuanya.

Berdasarkan draf surat yang viral beredar luas di berbagai linimasa media sosial tersebut, sosok yang akrab disapa SAR ini menampik keras segala tuduhan keterlibatan dirinya.

Baca juga: Geledah Ruang Kerja Bupati Cilacap Hingga Asisten, KPK Temukan Bukti Chat di HP Soal Pemerasan THR

Ia membantah telah memberikan komando terkait pengumpulan dana Tunjangan Hari Raya (THR) yang ujungnya membuat ia resmi menyandang status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bantah Perintah Setoran

Dalam tulisan tersebut, SAR menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah mengeluarkan titah kepada jajaran anak buahnya untuk menghimpun dana pelicin yang rencananya diserahkan kepada jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Syamsul sudah jujur apa adanya, tidak pernah memerintah untuk pengumpulan untuk Forkopimda. Syamsul hanya dilapori oleh Sekda dan Asisten 2," tulisnya dalam penggalan surat tersebut.

Lebih lanjut, ia juga mengklaim selalu memegang teguh prinsipnya sejak awal mula menjabat.

Ia menyatakan tidak pernah meminta ataupun sudi menerima gratifikasi, baik itu dalam wujud THR maupun honorarium (HR) yang bertentangan dengan regulasi pemerintahan.

Sumpah Bawa Tuhan

Bagian yang paling menyorot perhatian publik dari lembaran tersebut adalah ketika SAR berani menyematkan nama Sang Pencipta guna memperkuat dalih pembelaannya.

Ia mengaku sangat terkejut sekaligus tak habis pikir mengapa pihak lembaga antirasuah tetap menetapkan status tersangka pada dirinya.

"Demi Allah, Syamsul tidak menerima satu rupiah pun dari yang dikumpulkan oleh Pak Sekda dan Pak Asisten," tulisnya dengan tinta biru di atas kertas putih tersebut.

Dalam narasinya, ia menceritakan momen saat dilapori oleh bawahannya dan menolak mentah-mentah pemberian tersebut.

"Saya nggak mau ya, dan nggak mau menerima," tegasnya dalam surat itu.

Pesan Maaf Keluarga

Di luar urusan sanggahan hukum, lembaran kertas itu rupanya juga berfungsi sebagai pesan perpisahan atau "surat cinta" bagi keluarga tercintanya.

Secara berulang, sang bupati melontarkan permohonan maaf yang begitu mendalam kepada sang istri serta dua buah hatinya, Jagad dan Raya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved