Banyumas
Polisi Buru Komplotan Perampok di Banyumas, Sisir Rekaman CCTV
Polresta Banyumas terus memburu komplotan pelaku rentetan kasus perampokan bersenjata di sejumlah kecamatan, Rabu (25/2). Polisi sisir rekaman CCTV.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Satreskrim Polresta Banyumas masih menyelidiki tiga kasus perampokan beruntun di wilayah Limpakuwus, Sumbang, dan Kebasen.
- Penyelidikan sedikit terkendala karena minimnya kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian yang mayoritas berada di pelosok desa.
- Polisi menemukan petunjuk penting dari logat bahasa pelaku dan terus mendalami jaringan residivis untuk memburu komplotan tersebut.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Satreskrim Polresta Banyumas masih terus melakukan penyelidikan intensif terhadap serangkaian kasus perampokan bersenjata yang terjadi di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Banyumas.
Kasatreskrim Polresta Banyumas, AKP Ardi Kurniawan, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait tiga kejadian perampokan dengan kekerasan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
"Ya, intinya kami masih tetap melakukan penyelidikan. Karena kemarin lokasi kejadiannya juga agak masuk ke desa," ujar AKP Ardi kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (25/2/2026).
Baca juga: Polresta Banyumas Identifikasi Pelaku Perampokan di Kebasen dan Sumbang
Susuri Rekaman CCTV
Menurutnya, tim penyidik telah melakukan penelusuran terhadap sejumlah rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Namun, rekaman tersebut tidak berada tepat di tempat kejadian perkara (TKP), melainkan tersebar di sejumlah titik jalan yang kemungkinan dilalui pelaku.
"Kami sudah melakukan penyisiran CCTV dari beberapa titik. Memang ada rekaman, tapi bukan di TKP. Jadi kita menyisir di jalan-jalan yang kemungkinan dilalui," jelasnya.
Cari Kendaraan Pelaku
Dari hasil penelusuran visual tersebut, polisi telah memperoleh sedikit gambaran mengenai sarana kendaraan yang diduga kuat digunakan oleh para pelaku.
"Untuk sarana kendaraan yang digunakan pelaku sudah ada gambaran. Dari situ kita juga melakukan koordinasi dengan beberapa wilayah lain di eks-Keresidenan Banyumas, seperti Wonosobo dan Banjarnegara," kata dia.
Meski begitu, pihak kepolisian belum dapat memastikan secara mutlak apakah tiga kejadian yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir tersebut dilakukan oleh komplotan yang sama atau tidak.
"Tapi untuk memastikan apakah ini komplotan yang sama atau bukan, kami belum bisa menyimpulkan," jelas Ardi.
Ia menambahkan, minimnya rekaman CCTV di beberapa lokasi kejadian juga menjadi kendala tersendiri dalam proses penyelidikan.
"Seperti di TKP Limpakuwus, itu minim juga CCTV. Jadi kami belum menemukan sarana mobil yang digunakan pelaku di lokasi tersebut," katanya.
Sementara itu, untuk kasus lain yang terekam kamera pengawas, polisi menemukan indikasi penggunaan kendaraan roda empat oleh para pelaku saat beraksi di Kecamatan Sumbang.
Di sisi lain, penyelidikan kasus serupa yang terjadi di wilayah Kecamatan Kebasen juga masih menghadapi kendala lapangan yang serupa.
"Untuk yang di Kebasen juga minim CCTV, karena TKP-nya berada di kampung," kata Ardi.
Petunjuk Logat Ngapak
| Kalapas Aliandra Gandeng 2 Institusi Razia Sel Napi di Purwokerto |
|
|---|
| Lilik Sugiarti Naikkan Tarif 1000 Rupiah Usaha Laundry di Purwokerto |
|
|---|
| Disperkim Banyumas Kaji 1 Rencana Pembangunan Rusun di Kawasan Unsoed |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Pastikan warga Banyumas Bisa Berobat Gratis Pakai KTP |
|
|---|
| Dinkes Luruskan Aturan Berobat Gratis Pakai KTP Bebas SKTM di Banyumas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260225-banyumas-perampokan-bersenjata.jpg)