Selasa, 28 April 2026

Cilacap

Waspada Longsor Cilacap, Camat Diminta Siaga Cuaca Ekstrem Februari

Pemkab Cilacap minta camat waspadai cuaca ekstrem Februari 2026 guna cegah longsor akibat curah hujan tinggi yang diprediksi capai 500 mm.

ISTIMEWA
Waspada Longsor Cimanggu, petugas BPBD Cilacap saat melakukan pemantauan di titik rawan longsor Kecamatan Cimanggu sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem selama Februari 2026. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Pemerintah Kabupaten Cilacap mengimbau seluruh kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca buruk yang berpotensi memicu bencana tanah longsor selama Februari 2026.

Imbauan tersebut tertuang dalam surat resmi Pemkab Cilacap yang menindaklanjuti peringatan dini gerakan tanah dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah serta prakiraan cuaca BMKG.

Berdasarkan data BMKG, curah hujan di wilayah Jawa Tengah pada Februari 2026 diprediksi berada pada kisaran 151 milimeter hingga lebih dari 500 milimeter dengan kategori menengah hingga sangat tinggi.

Baca juga: Gerindra Cilacap Targetkan 12 Kursi di Pemilu 2029, Sejumlah Pejabat dan ASN Mulai Merapat

Kondisi curah hujan tinggi tersebut diperkuat dengan suhu muka laut yang hangat di kisaran 28,5 hingga 30 derajat Celsius yang memicu peningkatan penguapan dan hujan lebat berkepanjangan.

Ancaman Cuaca Ekstrem

Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, mengatakan potensi cuaca ekstrem harus disikapi dengan kesiapsiagaan sejak dini hingga tingkat desa.

“Kami minta seluruh camat dan pemerintah desa meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan longsor, karena curah hujan diprediksi tinggi dan berlangsung cukup lama,” ujar Sadmoko.

Sejumlah wilayah di Cilacap seperti Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, dan Karangpucung tercatat memiliki potensi gerakan tanah kategori menengah hingga tinggi.

Wilayah Rawan Longsor

Sekda menegaskan pemerintah daerah meminta masyarakat di daerah rawan untuk aktif memantau kondisi lingkungan, khususnya saat hujan turun lebih dari dua jam berturut-turut.

“Jika hujan deras berlangsung lama dan muncul tanda-tanda retakan tanah atau pergerakan lereng, segera laporkan kepada aparat desa atau petugas terkait,” tegasnya.

Pihaknya juga menginstruksikan penguatan ronda warga, kesiapan sarana prasarana darurat, serta koordinasi lintas instansi seperti BPBD, TNI, Polri, dan relawan kebencanaan.

Perketat Ronda Warga

Langkah mitigasi tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian akibat bencana hidrometeorologi di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Hingga saat ini, BPBD Cilacap terus melakukan pemantauan intensif di titik-titik yang dianggap memiliki kerawanan tinggi guna memastikan respons cepat jika terjadi keadaan darurat. (ray)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved