Rabu, 8 April 2026

Pati

Perang Batu dan Botol Pecah di Sukolilo Pati, Pemuda Dua Desa Saling Serang

Tawuran antarpemuda Desa Wotan dan Baturejo pecah di Sukolilo Pati, Jumat dini hari. Polisi amankan dua pelaku usai aksi saling lempar batu dan botol.

ISTIMEWA
PEMBINAAN PEMUDA, Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan memberikan pembinaan kepada sejumlah pemuda di Mapolsek Sukolilo usai terlibat aksi tawuran antar desa, Jumat (12/12/2025). Polisi mengedepankan mediasi dan pembinaan untuk mencegah konflik berkepanjangan di perbatasan Desa Wotan dan Baturejo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Keheningan malam di wilayah Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, mendadak pecah pada Jumat (12/12/2025) dini hari. Sekitar pukul 01.30 WIB, suasana berubah mencekam ketika dua kelompok pemuda terlibat bentrokan sengit di perbatasan desa.

​Pertigaan Dukuh Saminan, Desa Baturejo, menjadi arena adu kekuatan antara pemuda Desa Wotan dan Desa Baturejo. Bukan dengan tangan kosong, mereka saling serang menggunakan benda-benda keras yang bisa berakibat fatal.

​Pantauan aparat kepolisian di lapangan, jalanan sempat dipenuhi puing-puing sisa pertempuran. Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan, menggambarkan situasi tersebut cukup membahayakan meski beruntung tidak ada nyawa yang melayang.

Baca juga: Viral, Remaja di Pemalang Jadi Korban Pembacokan Orang Tak Dikenal. Faktanya, Ikut Tawuran Pelajar

​“Aksi tawuran ini dilakukan dengan pelemparan benda keras. Alhamdulillah tidak menimbulkan korban, namun tetap berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat,” ucap dia dalam rilis yang diterima TribunJateng.com, Sabtu (13/12/2025).

​Hujan Batu Botol

​Kronologi bermula saat perangkat Desa Baturejo melaporkan adanya keributan besar. Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Sukolilo langsung bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk meredam situasi.

​Sayangnya, saat sirine polisi mendekat, para pemuda yang tengah disulut emosi itu memilih membubarkan diri dan lari tunggang langgang ke dalam kegelapan malam. Meski pelaku kabur, jejak kekerasan tertinggal jelas di aspal.

​“Di lokasi, kami menemukan barang bukti berupa pecahan botol dan genting yang digunakan dalam aksi tawuran,” jelas Sahlan.

​Polisi tak tinggal diam. Penelusuran intensif langsung dilakukan malam itu juga. Hasilnya, identitas para pelaku berhasil dikantongi. Dari kubu Desa Baturejo, petugas berhasil mengamankan dua pemuda berinisial AS (33) dan MT (18). Sementara satu rekan mereka, FM (17), berhasil lolos karena tidak berada di rumah saat didatangi petugas.

​Pelaku Melarikan Diri

​Pengejaran berlanjut ke Desa Wotan. Polisi mengidentifikasi AG (18) dan sejumlah rekannya sebagai aktor di balik aksi tersebut. Namun, upaya penjemputan paksa belum membuahkan hasil karena para pemuda tersebut diduga sengaja bersembunyi.

​“Untuk pemuda Desa Wotan yang terindikasi terlibat, saat kami lakukan penelusuran tidak berada di tempat tinggalnya dan diduga melarikan diri,” kata AKP Sahlan.

​Terhadap dua pemuda yang berhasil diamankan, polisi mengambil langkah bijak. Alih-alih langsung menjebloskan ke sel tahanan, pendekatan restoratif dikedepankan dengan menghadirkan orang tua dan tokoh masyarakat setempat.

​“Atas permohonan keluarga dan tokoh masyarakat, kami mengedepankan langkah pembinaan dengan membuat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,” jelas Sahlan.

​Kini, patroli di jam-jam rawan semakin diperketat. Polisi juga menggandeng pemerintah kedua desa untuk memastikan "bara api" permusuhan tidak kembali menyala.

​“Kami akan terus melakukan patroli dan pendekatan kepada masyarakat untuk mencegah aksi tawuran susulan dan menjaga kondusivitas wilayah,” tandas AKP Sahlan.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved