Jumat, 29 Mei 2026

Banyumas

Mahasiswa Unsoed Bedah Peran Pajak, Ternyata 73 Persen APBN dari Sini

HIMESBANG FEB Unsoed menggelar SABID #2 membahas peran vital pajak. Sebanyak 176 peserta diajak sadar pajak demi pembangunan dan beasiswa pendidikan.

Tayang:
ISTIMEWA
APRESIASI NARASUMBER, Perwakilan panitia menyerahkan sertifikat apresiasi kepada Luqman Ramadhan dari KPP Pratama Purwokerto usai mengisi materi SABID #2 di Gedung Roedhiro FEB Unsoed, Jumat (21/11/2025). Diskusi ini menekankan pentingnya peran pajak bagi pembangunan dan pendidikan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Suasana Gedung Roedhiro Lantai 3, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tampak berbeda pada Jumat (21/11/2025) siang. Ratusan mahasiswa berkumpul bukan hanya untuk mendengarkan kuliah biasa, melainkan untuk membedah "tulang punggung" negara, yakni pajak.

Acara bertajuk Sahabat Intelektual Berdiskusi (SABID) #2 ini digelar oleh Bidang Kajian dan Pendidikan HIMESBANG FEB Unsoed. Mengambil tema "Pajak di Sekitar Kita: Peran Kecil, Dampak Besar bagi Kehidupan Mahasiswa", diskusi ini sukses menarik perhatian 176 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa Unsoed, kampus lain, hingga masyarakat umum.

Penopang Utama Negara

Baca juga: Inovasi Ketahanan Pangan Milik Unsoed Purwokerto Disebar ke Masyarakat, 400 Mahasiswa KKN Jadi Agen

Hadir sebagai narasumber, Luqman Ramadhan, S.M., pejabat fungsional penyuluh pajak dari KPP Pratama Purwokerto, membuka mata para peserta tentang betapa vitalnya peran pajak. Ia memaparkan fakta menarik bahwa 73 persen pendapatan negara yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berasal dari sektor pajak.

Artinya, keberlangsungan pembangunan menuju cita-cita Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Luqman menjelaskan, uang pajak itulah yang kemudian kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, hingga program pendidikan yang dinikmati mahasiswa, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah.

Diskusi Hangat

Tak hanya mendengarkan paparan, sesi diskusi berjalan sangat hidup. Para mahasiswa menunjukkan nalar kritis mereka dengan melontarkan berbagai pertanyaan tajam.

Ada yang menanyakan langkah konkret KPP Pratama menyikapi pelaku UMKM yang belum tertib pajak, hingga isu sensitif mengenai penyaluran beasiswa KIP Kuliah yang dinilai terkadang masih kurang tepat sasaran. Antusiasme ini menunjukkan bahwa generasi muda sebenarnya peduli pada isu ekonomi aktual jika diberi ruang diskusi yang tepat.

Budaya Berpikir Kritis

SABID sendiri merupakan program rutin yang bertujuan mengembangkan budaya diskusi serta mengasah kemampuan berpikir analitis mahasiswa. Sebelumnya, SABID #1 telah sukses digelar pada bulan Mei dengan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Panitia berharap, kegiatan semacam ini dapat terus menjadi ruang intelektual yang subur bagi mahasiswa. Dengan memahami kewajiban dasar perpajakan—mulai dari mendaftar, menghitung, membayar, hingga melapor—mahasiswa diharapkan bisa menjadi agen perubahan yang sadar pajak sejak dini.

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved