Selasa, 28 April 2026

Berita Nasional

Batas 3 Hari Lewat, Gus Yahya Dilengserkan, PBNU Kini Dipimpin Miftachul Akhyar

Ketum PBNU Per 26 November tidak lagi dijabat Gus Yahya, sebagai tindak lanjut dari risalah rapat harian Rais Syuriyah PBNU

Editor: Rustam Aji
M Sholekan/TribunBanyumas.com
Rais 'Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar saat memberikan mauidhoh hasanah dalam jamuan makan malam dalam rangkain Porseni NU 2023 di Pura Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/1/2023) malam. 

"Mari bersama-sama bertafakur, bermujahadah, selalu memohon pertolongan demi kebaikan kita semua. Itu yang paling pokok. Jadi sekali lagi, tidak ada pengunduran dan tidak ada pemaksaan pengunduran diri," tegas Ahmad Said.

Ia menambahkan bahwa susunan kepengurusan PBNU tidak akan berubah hingga Muktamar NU berikutnya karena perubahan hanya dapat dilakukan melalui forum tertinggi organisasi tersebut, sebagaimana diatur dalam AD/ART.

Tak Punya Niat Mundur

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU Gus Yahya juga menegaskan dirinya tidak memiliki niat untuk mundur dari amanah yang diterimanya pada Muktamar Ke-34. Ia menegaskan masa jabatannya berlaku lima tahun dan akan dijalankan hingga tuntas.

"Masa amanah yang saya terima dari Muktamar Ke-34 berlaku selama lima tahun dan akan dijalankan secara penuh," katanya di Surabaya, Minggu dini hari.

Gus Yahya juga memastikan belum menerima surat resmi terkait isu internal yang berkembang, termasuk dokumen yang beredar mengenai permintaan pengunduran dirinya oleh sebagian pihak di struktur PBNU.  (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved