Sabtu, 11 April 2026

Perang Palestina Israel

Israel Kembali Serang Gaza, 87 Orang Tewas

Israel terus menyerang Gaza. Terbaru, serangan yang dilakukan Sabtu malam dan menewaskan 87 orang.

Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS/AFP/OMAR AL-QATTAA
Warga Palestina berlarian mencari perlindungan setelah sebuah sekolah terkena serangan Israel, Kamis (30/5/2024), saat mereka kembali sebentar ke kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara memeriksa rumah mereka. Sabtu (19/10/2024), Israel kembali menyerang Gaza utara dan melakukan operasi militer di Jabalia yang merupakan satu di antara delapan tempat pengungsian bersejarah di Gaza. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, GAZA - Tewasnya pimpinan Hamas Yahya Sinwar tak menghentikan serangan Israel di Gaza, Palestina.

Sabtu (19/10/2024) malam waktu setempat, mereka melakukan serangan udara lagi ke wilayah tersebut sehingga menewaskan 87 orang.

Data dari Kementerian Kesehatan Gaza, serangan ke Kota beit Lahiya di wilayah Gaza utara ini juga membuat 40 orang terluka.

Jumlah korban tersebut merupakan yang terbanyak dalam sekali serangan yang dilakukan, dalam beberapa bulan terakhir.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, operasi penyelamatan terhambat oleh masalah komunikasi dan operasi militer Israel yang masih berlangsung di sekitar daerah itu.

Apalagi, serangan tersebut terjadi di daerah perbatasan dengan Israel.

"Korban masih berada di bawah reruntuhan dan di jalan, serta tim ambulans tidak dapat menjangkau mereka," tulis Kementerian Kesehatan Gaza dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Minggu (20/10/2024).

Baca juga: Hamas Tak Gentar meski Pimpinan Yahya Sinwar Tewas dalam Serangan Israel ke Gaza

Serangan ini terjadi dua pekan setelah operasi besar di sekitar Kota Jabalia, tepat di sebelah selatan Beit Lahiya, tempat pasukan Israel yang didukung tank-tank berusaha mengusir sisa anggota Hamas.

"Pemandangan mengerikan terjadi di Gaza, di tengah konflik, serangan Israel yang tak henti-hentinya dan krisis kemanusiaan yang terus memburuk. Saya mengutuk serangan yang terus berlanjut terhadap warga sipil," tulis utusan perdamaian Timur Tengah PBB, Tor Wennesland, di X.

"Sandera harus dibebaskan, pemindahan warga Palestina harus dihentikan, dan warga sipil harus dilindungi," tambahnya.

Perintah Evakuasi ke Gaza Selatan

Sebelumnya, Israel telah memerintahkan evakuasi warga di bagian utara Gaza ke wilayah selatan.

Perintah ini disebutkan telah memicu ketakutan di antara banyak warga Palestina.

Operasi itu diduga bertujuan untuk memastikan Israel memegang kendali atas wilayah itu setelah perang Israel-Hamas.

Namun, hal ini dibantah Israel. Mereka berkilaha berusaha melindungi warga sipil dan memisahkan mereka dari anggota Hamas.

Baca juga: Pascakematian Yahya Sinwar, Hamas Bersumpah Tak Mau Bebaskan Sandera sampai Perang di Gaza Berakhir

Militer Israel mengatakan telah menewaskan sejumlah anggota kelompok bersenjata Palestina, menemukan senjata, dan membongkar berbagai infrastruktur militer selama operasi di Jabalia.

Jabalia merupakan satu di antara delapan kamp pengungsi bersejarah di Gaza.

Penduduk Jabalia mengatakan, tentara Israel menyerbu tempat penampungan yang menampung keluarga pengungsi dan menahan puluhan pria. (Kompas.com/Albertus Adit)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "87 Tewas dan Hilang di Bawah Reruntuhan akibat Serangan Israel di Gaza".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved