Jumat, 12 Juni 2026

Perang Palestina Israel

Hamas Tak Gentar meski Pimpinan Yahya Sinwar Tewas dalam Serangan Israel ke Gaza

Pimpinan Hamas Yahya Sinwar tewas dalam serangan Israel di Gaza, Kamis (17/10/2024).

Tayang:
Editor: rika irawati
Tribunnews/X Vice
Yahya Sinwar dalam wawancara tahun 2021. Hamas menunjuk Yahya Sinwar sebagai pimpinan pengganti Ismail Haniyeh yang tewas dalam serangan di Teheran, Iran. Namun, Kamis (17/10/2024), Yahya Sinwar dikabarkan tewas dalam serangan yang dilakukan Israel ke Gaza. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Pimpinan Hamas Yahya Sinwar tewas dalam serangan Israel di Gaza, Kamis (17/10/2024).

Pejabat senior Hamas, Khalil Hayya memastikan, kejadian itu tak membuat pihaknya menyerah dan melepaskan tawanan Israel.

Dikutip dari Aljazeera, Khalil Hayya mengatakan, kelompok militan Palestina itu menghormati 'kenangan akan syuhada yang gugur yaitu, Yahya Sinwar'.

Dia menyebut, Hamas menggambarkan Yahya Sinwar sebagai seseorang yang tabah, berani, dan pemberani.

Hayya juga memuji keberanian Yahya Sinwar yang mengorbankan nyawanya untuk pembebasan warga Palestina.

"Dia menemui ajalnya dengan berdiri tegak, dengan kepala tegak, memegang senjata apinya, menembak hingga napas terakhir, hingga saat-saat terakhir dalam hidupnya."

"(Sinwar) telah menjalani seluruh hidupnya sebagai seorang pejuang suci. Sejak masa-masa awalnya, dia terlibat dalam perjuangannya sebagai pejuang yang gigih."

"Dia berdiri menantang di balik jeruji besi Israel dan setelah dibebaskan dalam sebuah kesepakatan pertukaran, dia melanjutkan perjuangannya dan dedikasinya terhadap perjuangan," tutur Hayya dalam pidato yang disiarkan melalui media elektronik.

Baca juga: Bakal Serang Hamas dengan Kekuatan Besar, Israel Serukan Warga di Gaza untuk Mengungsi

Hayya menyampaikan, tewasnya Yahya Siwar tak mengubah perjuangan Hamas.

Bahkan, mereka tidak mau membebaskan tawanan Israel sebelum negara Zionis tersebut menarik pasukannya dari Gaza.

Hizbullah Murka

Tewasnya Yahya Sinwar memantik kemarahan kelompok militan dari Iran, Hibzullah murka.

Dikutip dari Reuters, Hibzullah menegaskan, perang dengan Israel akan terus berlanjut dan bakal memasuki fase baru pascaterbunuhnya Yahya Sinwar.

"Transisi ke fase baru dan eskalasi dalam konfrontasi dengan Israel akan dilakukan," ujar Hizbullah dalam pernyataannya, Jumat (18/10/2024).

Tewasnya Yahya Sinwar membuat warga Palestina berduka.

Dikutip dari AP, salah satu pengungsi di Gaza, Amal al-Hanawi, mengaku kehilangan Yahya Sinwar.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved