Berita Jateng
Jateng Diharapkan Jadi Penumpu Pangan dan Industri Nasional
Pemprov Jateng menggelar Musrenbang yang dihadiri berbagai lapisan masyarakat. Jateng diharapkan jadi penumpu pangan dan industri nasional.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Provinsi Jawa tengah diharapkan menjadi penumpu pangan dan industri nasional.
Hal tersebut disampaikan Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana saat menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025-2045 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025.
Musrenbang itu dibuka Nana Sudjana di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (22/2/2024).
Baca juga: Sekolah Gratis! Pendaftaran SMK Negeri Jateng Dibuka Sampai 19 Maret 2024, Terima 777 Siswa
Selain Forkopimda Jateng, forum tersebut juga menghadirkan berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat, mulai dari DPRD Jateng, DPD Jateng, 35 kepala daerah, kelompok perempuan, kelompok disabilitas, forum anak, hingga forum OSIS Jawa Tengah.
"Musyawarah ini dalam rangka merencanakan arah pembangunan selama 20 tahun,” kata Nana usai acara.
Dikatakan dia, prioritas pembangunan di Jateng masih berfokus pada pengentasan kemiskinan, stunting, inflasi, dan pengangguran.
Namun demikian, perencanaan pembagunan yang dilakukan juga tetap memperhatikan situasi dan kondisi wilayah.
Baca juga: Pemprov Jateng Minta Pemkab/Pemkot Genjot Cakupan Kepersertaan Jamsostek Untuk Pekerja Rentan
Oleh karenanya, Pemprov Jateng mengundang berbagai elemen masyarakat agar bisa memberikan masukan-masukan.
Dibeberkan Nana, visi pembangunan (RPJPD) Jawa Tengah selama 20 tahun ke depan adalah 'Jawa Tengah sebagai Penumpu Pangan dan Industri Nasional Yang Maju, Sejahtera, Berbudaya, dan Berkelanjutan'.
Visi itu selaras dengan RPJPN 2025-2045 yaitu mewujudkan Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan.
Baca juga: Hadiri HPN 2024, Pj Gubernur Jateng Harap Pers Jateng Jaga Independensi dan Profesionalitas
Visi tersebut akan diwujudkan melalui 8 misi, yaitu transformasi sosial; transformasi ekonomi; transformasi tata kelola; keamanan daerah tangguh, demokrasi substansial, dan stabilitas ekonomi makro daerah; ketahanan sosial, budaya dan ekologi; pembangunan kewilayahan yang merata dan berkeadilan; sarana prasarana berkualitas dan ramah lingkungan; dan kesinambungan pembangunan.
Dalam mendukung visi sebagai penumpu pangan nasional, kebijakan pangan Jawa Tengah 2025-2045 diarahkan untuk mewujudkan kemandirian pangan.
Di antaranya dengan pemenuhan hak dasar atas pangan yang cukup, beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) secara berkelanjutan.
Selain itu, penguatan sistem rantai pasok, penguatan pengendalian harga pangan untuk menjamin aksesibilitas pangan.
Baca juga: Giliran Pejabat Pemkab Boyolali yang Dipanggil KPK ke Gedung BPKP Jateng, Diperiksa di 2 Ruangan
Kemudian penyediaan pangan lokal secara mandiri dan berkelanjutan, pencegahan pemborosan pangan (food loss and waste), dan peningkatan ketahanan pangan dan gizi hingga tingkat individu.
| Suhu Kawah Gunung Slamet Melonjak, Ada Indikasi Pergerakan Magma |
|
|---|
| Asyik Truk Hino dan Viar Roda 3 Kopdes Merah Putih Sampai di Batang, Dikirim ke 72 Desa |
|
|---|
| Kendal Tornado FC Youth Selangkah Lagi ke 8 Besar EPA Championship U-19 |
|
|---|
| Polda Jateng Ungkap Jalur Gelap Ekspor Kendaraan Ilegal: 1.727 Kendaraan Dikirim ke Timor Leste |
|
|---|
| Didesak Mundur dari Sekjen PPP, Gus Yasin Akui Ada Masalah Internal di Tubuh PPP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pj-gubernur-jateng-nana-sudjana-di-musrenbang.jpg)