Rabu, 29 April 2026

Berita Jateng

Jateng Diharapkan Jadi Penumpu Pangan dan Industri Nasional

Pemprov Jateng menggelar Musrenbang yang dihadiri berbagai lapisan masyarakat. Jateng diharapkan jadi penumpu pangan dan industri nasional.

ist/dok pemprov jateng
Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana bersama anggota DPD dan DPR RI saat membuka musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025-2045 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025. Musrenbang itu dibuka Nana Sudjana di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (22/2/2024). 

Sementara untuk visi penumpu industri nasional, arah kebijakannya adalah peningkatan produktivitas industri pengolahan, meliputi pengembangan industri berbasis teknologi, riset dan inovasi, dan ramah lingkungan (green investment) sesuai dengan potensi lokal; Pengembangan industri bahan baku lokal; Penguatan integrasi rantai pasok antar industri di-dukung ketersediaan infrastruktur konektivitas dan logistik pendukung industri; Hilirisasi Industri; serta Peningkatan penumbuhan kawasan industri/ kawasan peruntukan industri baru.

"Penumbuhan kawasan industri/Kawasan Peruntukan Industri (KPI) saat ini seluas kurang lebih 55.011 hektare berada di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah," kata Nana.

Baca juga: Hasil Sidak Satgas Pangan Polda Jateng Soal Beras Langka: Gagal Panen, Pembelian Naik Jelang Ramadan

Adapun dalam perencanaan pembangunan Jawa Tengah tahun 2025, tema yang diangkat adalah peningkatan perekonomian daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Didukung dengan sumber daya manusia yang berdaya saing dan lebih berkarakter.

"Pada tahun 2025 saya arahkan tetap melanjutkan 10 Program Prioritas Jawa Tengah untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan," kata Nana.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno menambahkan, arah kebijakan RPJPD Jawa Tengah 2025-2045 akan melalui empat tahapan yang kemudian diturunkan dalam Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Baca juga: Hasil Sidak Satgas Pangan Polda Jateng Soal Beras Langka: Gagal Panen, Pembelian Naik Jelang Ramadan

Secara rinci, tahap pertama (Tahun 2025-2029) akan difokuskan untuk penguatan landasan transformasi.

Tahap kedua (2030-2034) merupakan tahap akselerasi transformasi.

Tahap ketiga (2035-2039) akan menjadi mewujudkan pemantapan transformasi.

Tahap keempat, sebagai tahap akhir, merupakan perwujudan Jawa Tengah sebagai penumpu pangan dan industri nasional yang maju, sejahtera, berbudaya, dan berkelanjutan. (*)

Baca juga: Partisipasi Pemilih di Jateng Capai 82,5 Persen, Pj Gubernur Sebut Ada Dampak Pemilu yang Diwaspadai

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved