Kamis, 21 Mei 2026

Jawa Tengah

Siswa Lereng Merapi Tak Perlu Kos, Ahmad Luthfi Cicil 23 Blank Spot

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi resmikan SMAN 1 Kemalang Klaten di lereng Merapi, Selasa (19/5) demi hapus 23 titik blank spot pendidikan.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
PEMPROV JATENG
RESMIKAN SEKOLAH BARU - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat meresmikan gedung SMA Negeri 1 Kemalang yang berlokasi di kawasan Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Selasa (19/5/2026). Peresmian pembukaan sekolah menengah pertama di lereng Gunung Merapi ini ditujukan sebagai langkah nyata mencicil kekurangan sekolah di 23 kecamatan yang masuk dalam daftar zonasi blank spot pendidikan di Jawa Tengah. 

Perincian wilayah kecamatan tersebut meliputi: Jatiyoso (Kabupaten Karanganyar), Pancur (Kabupaten Rembang), Ngaringan (Kabupaten Grobogan), Poncowarno (Kabupaten Kebumen), Pegedongan (Kabupaten Banjarnegara), Madukara (Kabupaten Banjarnegara), Kalikotes (Kabupaten Klaten), Kebonarum (Kabupaten Klaten), Karangtengah (Kabupaten Wonogiri), Batuwarno (Kabupaten Wonogiri), Tambakromo (Kabupaten Pati), Jaken (Kabupaten Pati), Gladagsari (Kabupaten Boyolali), Wonosamodro (Kabupaten Boyolali), Tamansari (Kabupaten Boyolali), serta Sidoharjo (Kabupaten Sragen).

Berikutnya, tujuh daerah asal Kabupaten Temanggung yang belum memiliki sekolah menengah meliputi Kecamatan Gemawang, Wonoboyo, Tretep, Tlogomulyo, Solopampang, Kledung, dan Bejen.

Melihat kondisi ketimpangan tersebut, Zainuddin mendesak Pemprov Jateng untuk segera bergerak cepat membangun Unit Sekolah Baru (USB) serta memperluas jalinan sekolah kemitraan dengan pihak swasta. Langkah taktis lainnya yang bisa ditempuh yaitu dengan memperkuat program sekolah boarding atau semi boarding, memberikan kucuran beasiswa bagi siswa dari keluarga miskin, serta pemberian bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis.

"Pemprov juga bisa memperluas digitalisasi dan kelas virtual," terangnya memberikan opsi alternatif solusi.

Secara umum daya tampung dari jumlah sekolah SMA Negeri dan SMK Negeri di Jateng memang dirasa masih sangat kurang. Merujuk pada basis data dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, jumlah total lulusan SMP/sederajat tercatat mencapai 567.500 murid pada tahun 2026 ini. Sementara itu, total daya tampung tampung riil dari SMA Negeri dan SMK Negeri di Jateng baru berada di angka 231.399 kursi, atau baru bisa mencakup hanya sekitar 40,77 persen dari total lulusan. (Iwn)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved