Jawa Tengah
Siswa Lereng Merapi Tak Perlu Kos, Ahmad Luthfi Cicil 23 Blank Spot
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi resmikan SMAN 1 Kemalang Klaten di lereng Merapi, Selasa (19/5) demi hapus 23 titik blank spot pendidikan.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meresmikan SMAN 1 Kemalang di lereng Merapi Klaten untuk atasi blank spot pendidikan.
- Sekolah baru langsung diserbu pendaftar hingga membuka 3 rombel.
- Sebelumnya, karena ketiadaan gedung, ratusan siswa sempat terpaksa belajar di rumah-rumah warga sekitar.
- DPRD Jateng mencatat ada 23 kecamatan blank spot di 11 kabupaten, di mana Kabupaten Temanggung menjadi daerah dengan titik blank spot terbantung terbanyak.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KLATEN - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mulai mengambil langkah nyata untuk mencicil penanganan kekurangan fasilitas sekolah di sejumlah wilayah yang selama ini masuk dalam kategori blank spot pendidikan.
Sebelumnya, di wilayah Jawa Tengah tercatat masih terdapat 23 kecamatan yang sama sekali belum memiliki fasilitas sekolah tingkat SMA/SMK, baik yang berstatus negeri, swasta, maupun Sekolah Luar Biasa (SLB).
Langkah strategis untuk pemenuhan kawasan blank spot pendidikan tersebut resmi dimulai melalui agenda peresmian SMA Negeri 1 Kemalang, yang berlokasi di kawasan Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, tepat di wilayah lereng Gunung Merapi pada Selasa (19/5/2026).
Baca juga: BNNK Banyumas dan Dinas Pendidikan Wujudkan Sekolah Bebas Narkoba, Akan Skrining dan Tes Urine
Fasilitas ini menjadi sekolah menengah atas pertama yang pernah berdiri di kawasan lereng gunung berapi aktif tersebut. Keberadaan sekolah ini dipastikan akan sangat mempermudah para siswa lokal, karena mereka kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh hingga belasan kilometer atau bahkan terpaksa indekos demi bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
Selepas sekolah baru tersebut resmi dibuka untuk umum, animo pendaftaran dari calon siswa langsung terpantau membeludak tinggi. Pada angkatan pertama ini saja, pihak sekolah langsung membuka tiga rombongan belajar (rombel) sekaligus untuk menampung para siswa baru.
“Ini bagian dari pemerataan pendidikan di wilayah blank spot SMA," ujarnya memberikan keterangan di sela acara.
Selepas memimpin prosesi peresmian, Ahmad Luthfi menyempatkan diri untuk berjalan berkeliling meninjau seluruh area kompleks sekolah dengan ditemani oleh jajaran guru serta para siswa. Ia juga sempat masuk ke dalam ruang kelas untuk mengikuti jalannya jam pelajaran sembari ikut nimbrung dalam sesi diskusi materi pelajaran bersama para siswa.
Luthfi menyebut, kehadiran bangunan gedung SMA di lereng Merapi ini diharapkan secara efektif bisa menekan angka anak putus sekolah di daerah setempat. Terlebih, selama ini masih kerap dijumpai adanya fenomena sosial di mana para pelajar lulusan SMP memilih untuk langsung bekerja akibat minimnya akses ke lembaga pendidikan serta dipicu tingkat kesejahteraan warga yang masih rendah.
"Dengan adanya sekolah baru di wilayah blank spot diharapkan mampu memutus persoalan tersebut," katanya menegaskan tujuan program.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri juga tengah aktif membangun fasilitas SMA/SMK di wilayah administratif lainnya. Tercatat, ada empat unit sekolah baru (USB) yang sudah mulai dibuka sejak tahun ajaran 2025/2026 lalu, yakni SMAN 1 Garung di Kabupaten Wonosobo, SMAN 6 Kota Tegal, SMKN 1 Karangjambu di Kabupaten Purbalingga, dan SMKN 1 Tulis di Kabupaten Batang.
Setiap unit sekolah baru tersebut dirancang memiliki daya tampung sebesar 108 siswa, sehingga jika diakumulasikan secara total mampu menyerap sebanyak 540 peserta didik baru. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus memperluas akses pendidikan masyarakat melalui program sekolah kemitraan bersama 139 sekolah swasta, dengan total daya tampung jangkauan mencapai 5.004 kursi siswa.
Puncaknya terjadi pada tahun ajaran 2021/2022 lalu, di mana saat itu tercatat ada sebanyak 72 siswa asal Kemalang yang terpaksa harus menginduk ke SMAN 1 Karangnongko demi bisa bersekolah. Jumlah siswa tersebut kemudian terus meningkat tajam hingga mencapai angka 260 siswa pada tahun ajaran 2025/2026.
Berhubung selama masa tunggu tersebut sarana ruangan kelas di lokasi darurat masih sangat kurang, proses kegiatan belajar mengajar para siswa pun sempat terpaksa dilakukan dengan meminjam rumah-rumah milik warga sekitar sekolah.
“Permintaan masyarakat agar Kemalang memiliki SMA negeri terus disampaikan setiap tahun. Hari ini akhirnya terwujud dan resmi dioperasikan,” ungkap Sadimin lega.
Berdasarkan data komparasi yang dimilikinya, sebanyak 23 kecamatan yang masuk zona blank spot pendidikan tersebut tersebar di 11 wilayah Kabupaten di Jawa Tengah. Titik wilayah kecamatan yang masuk blank spot pendidikan terbanyak berada di Kabupaten Temanggung dengan jumlah mencapai tujuh kecamatan.
| Razia Dini Hari di Desa Sikuang, 89 Motor Balap Liar Kena Tilang |
|
|---|
| Target Rebut Kursi 2029, DPW PPP Jateng Minta Kader Nongkrong Bareng Anak Muda |
|
|---|
| Bawa Uang Rp646 Ribu, Pria Ini Akhiri Hidup di Kebun Alpukat |
|
|---|
| Viral di Grup WA Atap Seng Terbang, Camat Pastikan Itu Kejadian Wanayasa |
|
|---|
| Beredar Video Anggota Fraksi PDIP Sebat di Ruang AC, Ketua DPRD Jateng Janji Tegur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260519-gubernur-jateng-ahmad-luthfi-resmikan-sman-1-kemalang-klaten.jpg)