Rabu, 13 Mei 2026

Berita Kendal

Hilang 3 Hari setelah Pamit Garap Ladang, Warga Patebon Kendal Ditemukan Tewas di Sungai Bodri

Warga Patebon Kendal ditemukan tewas di Sungai Bodri di hari ketiga pencariran setelah pamit menggarap ladang di bantaran sungai.

Tayang:
Tribun Banyumas/BPBD Kendal
EVAKUASI KORBAN - Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah kakek Kasdi yang ditemukan meninggal di Sungai Bodri Kendal, Selasa (12/5/2026). Kasdi dilaporkan hilang sejak Minggu (10/5/2026) setelah pamit ke kebun di bantaran Sungai Bodri. 

Ringkasan Berita:
  • Hilang sejak Minggu, warga Patebon Kendal ditemukan tewas tersangkut pemecah arus Sungai Bodri, Selasa pagi.
  • Korban ditemukan di jarak 1 kilometer dari lokasi awal.
  • Pria bernama Kasdi itu dilaporkan hilang setelah pamit menggarap ladang di bantaran sungai.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Kasdi (73), warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, ditemukan tewas di Sungai Bodri setelah dilaporkan hilang sejak Minggu (10/5/2026).

Sekretaris BPBD Kendal Ahmad Huda Kurniawansah mengatakan, Kasdi temukan meninggal di bangunan pemecah arus sungai sekitar pukul 09.45 WIB.

"Iya, sudah ditemukan pagi tadi," kata Ahmad Huda, Selasa (12/5/2026) siang.

Kasi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistyo menerangkan, korban ditemukan setelah tim memperluas area pencarian di sepanjang aliran Sungai Bodri. 

Baca juga: Warga Patebon Kendal Diduga Hanyut di Sungai Bodri, Hilang setelah Pamit ke Kebun di Bantaran Kali

Pada hari ketiga pencarian, tim SAR membagi penyisiran melalui jalur air dan darat. 

Penyisiran jalur air menggunakan perahu karet dari lokasi kejadian hingga TPI Pilangsari.

Sementara, dua rescue boat BPBD dan satu rescue boat Basarnas menyisir kawasan Tanggulmalang hingga muara Sungai Bodri.

"Dari relawan BPBD, Basarnas, TNI-Polri bersama warga ikut membantu pencarian. Dan alhamdulillah korban sudah ditemukan," ungkapnya.

Iwan menuturkan, jenazah ditemukan sekitar 1 kilometer dari ladangnya di tepi Sungai Bodri.

"Korban ditemukan di lokasi pancang arus dengan jarak kurang lebih satu kilometer dari titik awal kejadian," sambungnya.

Tak Ditemukan Tanda Penganiayaan

Kapolsek Patebon AKP Rozikin menambahkan, proses evakuasi dilakukan petugas gabungan bersama warga secara hati-hati. 

Hal ini dilakukan lantaran tubuh korban tersangkut di bangunan pemecah arus sungai.

Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke RSUD dr H Soewondo Kendal untuk dilakukan pemeriksaan medis. 

Baca juga: Bapak-bapak Takut Ketahuan Sakit, Bupati Kendal Gelar Dokter Keliling

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved