Kamis, 7 Mei 2026

Pulangkan 628 Anak Putus Sekolah, Brebes Digelontor Bantuan Rp28 Miliar

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi serahkan bantuan Rp28,01 miliar ke Brebes di Pendopo, Kamis (7/5/2026). Dana sasar kemiskinan dan infrastruktur.

Tayang:
Tribun Banyumas/Wahyu Nur Kholik
BANTUAN PEMPROV JATENG - Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menerima plakat bantuan senilai Rp 28,01 miliar secara simbolis dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Pendopo Brebes, Kamis (7/5/2026). Dana ini akan dialokasikan untuk urusan pendidikan, pertanian, hingga infrastruktur pariwisata. 
Ringkasan Berita:
  • Pemprov Jateng kucurkan Rp28,01 miliar untuk pengentasan kemiskinan di Brebes.
  • Bantuan diserahkan Gubernur Ahmad Luthfi ke Bupati Paramitha Widya Kusuma, Kamis (7/5/2026).
  • Rinciannya menyasar ranah pendidikan, perbaikan irigasi, RTLH, hingga revitalisasi wisata.
  • Brebes tercatat sukses menurunkan stunting jadi 13,1 persen dan pulangkan 628 anak putus sekolah.
  • Produksi padi Brebes tahun 2025 berhasil melampaui target hingga mencapai 607 ribu ton.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Untuk mengentaskan kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Brebes secara resmi menerima suntikan bantuan senilai Rp28,01 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk tahun anggaran 2026.

Secara simbolis, bantuan bernilai fantastis tersebut diterima langsung oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bertempat di Pendopo Brebes, pada Kamis (7/5/2026).

Bantuan strategis tersebut diketahui mencakup berbagai sektor, mulai dari bidang pendidikan, pertanian, urusan sosial, hingga pembangunan perumahan bagi warga korban bencana alam.

Baca juga: Luthfi Tinjau Pabrik Sepatu Cina, Jateng Siapkan 9 Kawasan Baru

“Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk Brebes tahun 2026 senilai Rp 28,01 miliar yang akan diserahkan secara simbolis pagi ini, merupakan dukungan yang sangat besar artinya bagi kami,” ujarnya.

Kemudian, kucuran dana senilai Rp7,03 miliar berasal dari Dinas Pertanian dan Peternakan guna menyokong rehabilitasi 28 paket irigasi tersier, serta bantuan benih dan sarana produksi pertanian.

Selain itu, dana sebesar Rp1,52 miliar dari Dinas Sosial dialokasikan khusus untuk program bantuan sosial Kajen (Kartu Jateng Ngopeni) yang diperuntukkan bagi 375 kelompok, usaha ekonomi produktif, serta kelompok usaha bersama.

Pemprov Jateng juga memberikan dukungan lain melalui lintas dinas seperti Dinas Komdigi, ESDM, Kelautan dan Perikanan, Ketahanan Pangan, Permasdes, hingga Biro Kesra.

“Kami catat semua, Pak Gub. Kami akan kawal sampai sasaran,” ujar Paramitha meyakinkan.

Tak hanya berfokus pada ranah bantuan pengentasan kemiskinan, Pemprov Jateng rupanya juga mengalokasikan dana segar Rp11 miliar untuk pembangunan infrastruktur kawasan wisata di Brebes. Terutama difokuskan pada peningkatan ruas jalan menuju kawasan Waduk Penjalin di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan.

Paramitha menilai dukungan tersebut secara nyata menunjukkan pendekatan pembangunan yang komprehensif dan menyeluruh, yakni penanganan masalah kemiskinan sekaligus penguatan sendi ekonomi masyarakat serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kemiskinan kita keroyok dari hulunya, ekonomi rakyat juga kita tumbuhkan dari pintu wisata, dan kompetensi tenaga kerja kita siapkan dari ruang pelatihan,” katanya.

Paramitha menambahkan, jajaran Pemkab Brebes terus berupaya maksimal untuk menekan angka kemiskinan ekstrem melalui peluncuran berbagai program prioritas. Pada tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Wurja yang mantap mengusung tagline “Brebes Beres”, sejumlah capaian positif berhasil diraih.

Dalam sektor ketahanan pangan, Kabupaten Brebes juga masih kukuh dinobatkan sebagai salah satu lumbung pangan utama Jawa Tengah. Kabupaten Brebes menyumbang sekitar 60 persen produksi bawang merah untuk Provinsi Jawa Tengah dan 20 persen dari total produksi bawang skala nasional. Produksi bawang merah Brebes bahkan diketahui telah sukses menembus pasar ekspor mancanegara hingga ke Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Sementara itu, produksi padi asal Brebes pada catatan tahun 2025 lalu juga berhasil melampaui target sasaran, yakni menembus 607 ribu ton dari target awal sebanyak 575 ribu ton.

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved