Kamis, 7 Mei 2026

Luthfi Tinjau Pabrik Sepatu Cina, Jateng Siapkan 9 Kawasan Baru

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi tinjau pabrik di Kendal dan Brebes. Kunjungan ini iringi ambisi buka 9 kawasan industri baru di wilayah Jateng.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
PEMPROV JATENG
KUNJUNGI PABRIK - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat melakukan peninjauan langsung ke PT Gold Emperor Indonesia, sebuah pabrik produsen alas kaki di Kabupaten Brebes, Kamis (7/5/2026). Kunjungan ini sejalan dengan ambisi Pemprov Jateng untuk terus membuka kawasan industri padat karya. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengunjungi dua pabrik asing di KEK Kendal dan Brebes.
  • Kunjungan sejalan dengan ambisi Pemprov Jateng membuka 9 kawasan industri baru.
  • Pengembangan kawasan baru akan diarahkan ke Pantai Selatan (Pansela) berfokus hilirisasi.
  • Investasi Jateng kuartal I 2026 tembus Rp23,02 triliun, serap 92 ribu pekerja.
  • Tiga kabupaten: Kebumen, Rembang, dan Demak, tengah memproses syarat lahan 50 hektare.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam dua hari terakhir tampak rajin mengunjungi kawasan pabrik di wilayah Kendal dan Kabupaten Brebes.

Kunjungan tersebut dilakukan di tengah ambisi besar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang ingin membuka kawasan industri baru di area Pantai Selatan (Pansela).

Kunjungan pertama Gubernur Jateng menyasar pabrik peralatan rumah tangga listrik, yakni PT Borine Technology Indonesia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, pada Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Kejar Target Zero Sampah 2028, Ahmad Luthfi Pimpin Aksi Resik Sungai di Pekalongan

Kunjungan berikutnya dilakukan ke PT Gold Emperor Indonesia, sebuah perusahaan produsen alas kaki di Brebes, pada Kamis (7/5/2026). Diketahui, kedua pabrik berskala besar tersebut merupakan perusahaan penanaman modal asal Cina.

Dalam dua agenda kunjungan tersebut, Luthfi secara khusus menekankan bahwa kehadiran investasi perusahaan turut mengungkit roda ekonomi daerah, sekaligus mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah yang signifikan.

"Investasi menjadi salah satu syarat penting dalam pengembangan suatu wilayah," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima.

Luthfi mengatakan, nilai investasi di kedua pabrik yang dikunjunginya tersebut mencapai angka triliunan rupiah. Sebagai contoh, investasi PT Borine Technology mencapai Rp33 triliun, sementara PT Gold Emperor menembus angka Rp1,6 triliun.

Di sisi lain, aktivitas ekonomi dari sektor industri tersebut terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jateng hingga mencapai angka 5,8 persen pada triwulan pertama tahun 2026.

"Kami terus meningkatkan investasi baik secara padat karya maupun padat modal," bebernya menegaskan komitmen.

Terkait ambisi pengembangan kawasan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan bahwa Gubernur Jateng telah memberi arahan agar sebanyak sembilan kawasan industri baru segera dibentuk.

Sejauh ini, daerah kabupaten yang terpantau telah menunjukkan progres persiapan administrasi adalah Kebumen, Rembang, dan Demak.

Tiga daerah tersebut kini masih berproses dengan patokan memenuhi syarat Kawasan Peruntukan Industri (KPI). Syarat mutlaknya adalah dengan kemampuan menyediakan lahan hamparan minimal seluas 50 hektare, lahan yang diusulkan bebas sengketa, serta persyaratan teknis lainnya.

"Ya itu masih dalam proses," jelas Sakina memberikan pembaruan informasi.

Ia menyebut, rencana pembukaan kawasan industri baru ini akan lebih diarahkan ke zona Pansela sebagai wujud nyata upaya pemerataan ekonomi kawasan di Jawa Tengah.

"Tapi, kawasan industri di sana lebih kepada hilirisasi seperti sektor pertanian, perikanan dan sejenisnya," katanya kepada Tribunjateng.com.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved