Kamis, 7 Mei 2026

Pemprov Jateng

Kejar Target Zero Sampah 2028, Ahmad Luthfi Pimpin Aksi Resik Sungai di Pekalongan

Gubernur Ahmad Luthfi targetkan Jawa Tengah bebas sampah pada 2028. Ikut aksi lari dan bersih-bersih sungai di Pekalongan bareng Sungai Watch.

Tayang:
Editor: Rustam Aji
PEMPROV JATENG/dok.humas Pemprov Jateng
BERSIHKAN SAMPAH - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno ikut meramaikan gerakan Run for Rivers di Kota Pekalongan, Kamis, 7 Mei 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno ikut meramaikan gerakan Run for Rivers di Kota Pekalongan, Kamis, 7 Mei 2026. 
  • Pekalongan merupakan salah satu kota yang disinggahi oleh organisasi nirlaba Sungai Watch dalam kampanye "Lari 1.200KM dari Bali ke Jakarta" untuk bersih-bersih sungai.
  • Melalui gerakan itu, Ahmad Luthfi bersama masyarakat melakukan bersih-bersih sungai di daerah setempat.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Jawa Tengah bebas sampah (zero sampah) pada tahun 2028.

Hal itu disampaikannya saat ikut serta dalam gerakan "Run for Rivers" bersama organisasi nirlaba Sungai Watch di Kota Pekalongan, Kamis (7/5/2026).

Aksi yang menggabungkan olahraga lari dan kerja bakti ini diikuti oleh ratusan peserta, mulai dari pejabat publik, komunitas pelari, hingga masyarakat umum. Turut hadir mendampingi Gubernur, Sekda Jateng Sumarno, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, dan Plt Bupati Pekalongan Sukirman.

“Zero sampah merupakan prioritas kita. Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan Jawa Tengah zero sampah tahun 2028," tegas Luthfi usai memungut sampah di aliran sungai daerah Kergon, Kota Pekalongan.

20260507-sekda jateng-ambil sampah
PUNGUTI SAMPAH - Sekda Jateng Sumarno ikut turun langsung ambiuli sampah di Sungai Pekalongan.

Peta Jalan Pengolahan 6,3 Juta Ton Sampah

Luthfi memaparkan tantangan besar yang dihadapi Jateng saat ini, di mana timbulan sampah mencapai sekitar 6,3 juta ton per tahun. Mirisnya, baru sekitar 30 persen dari jumlah tersebut yang mampu diolah secara maksimal.

Baca juga: Fasilitasi Pengasuhan Anak Buruh, Ahmad Luthfi Resmikan Daycare Tripartit Berdikari

Guna mengejar target 2028, Pemprov Jateng telah menyiapkan peta jalan komprehensif, di antaranya:

  • Teknologi RDF: Pengembangan sistem Refuse Derived Fuel untuk mengubah sampah menjadi energi alternatif.
  • Sistem Aglomerasi: Pengolahan sampah terpadu di wilayah Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya.
  • Pengolahan Regional: Optimalisasi titik pengolahan di Soloraya dan Magelang Raya.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami mendorong kabupaten dan kota untuk membuat MoU guna mereduksi simpul-simpul sampah, mulai dari memilah sampah dari tingkat rumah tangga," tambahnya.

Kolaborasi Strategis dengan Sungai Watch

Kedatangan tim Sungai Watch yang sedang dalam misi lari 1.200 KM dari Bali menuju Jakarta menjadi pemantik semangat bagi pemerintah daerah. Sam Benchegib, salah satu founder asal Prancis, menyoroti kondisi sungai di Jateng, mulai dari Blora hingga Pekalongan, yang masih dipenuhi sampah plastik.

"Ini masalah kita semua. Semoga perjalanan ini menginspirasi pemerintah untuk lebih serius membersihkan sungai," ujar Sam.

Baca juga: Prabowo Puji Pengelolaan Sampah di Banyumas, Jateng Optimistis Wujudkan Zero Sampah pada 2028

Merespons aksi tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan ketertarikannya untuk memfasilitasi Sungai Watch beroperasi secara permanen di Jawa Tengah. Luthfi bahkan menjanjikan penyediaan kantor operasional guna memperkuat kolaborasi antara komunitas lingkungan dan pemerintah.

"Yayasan kami kecil, jadi kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas di Jawa Tengah ini akan sangat luar biasa untuk menjaga sungai Indonesia," pungkas Sam. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved