Rabu, 6 Mei 2026

Berita Jateng

Nekat, Warga Boyolali Satroni 7 Gereja. Curi Alat Musik Berbekal Motor Bronjong

Aksi nekat warga Boyolali membuat berurusan dengan polisi. Dia mencuri di tujuh gereja di Boyolali dan Kabupaten Semarang, sasaran alat musik.

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Reza Gustav Pradana
BARANG BUKTI - Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto bersama Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum AKBP Helmy Tamaela menunjukkan gitar listrik hasil curian, saat konferensi pers di lobi Ditreskrimum Polda Jateng, Kota Semarang, Rabu (6/5/2026). Gitar listrik itu dicuri dari 7 gereja di wilayah Boyolali dan Kabupaten Semarang. Pelaku seorang diri mengangkut barang curian menggunakan motor berberonjong, kemudian dijual demi memenuhi kebutuhan ekonomi. 

Ringkasan Berita:
  • Aksi nekat warga Boyolali membuatnya berurusan dengan polisi setelah mencuri di tujuh gereja di Boyolali dan Kabupaten Semarang.
  • Pelaku menggasak peralatan musik dan sound system di gereja.
  • Pelaku ditangkap polisi setelah mengunggah hasil curian ke media sosial dan status Whatsapp.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — Aksi BU tergolong nekat lantaran melakukan pencurian di tujuh gereja di wilayah Boyolali dan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Dia menggasak peralatan musik, sound system, hingga mikrofon yang sering digunakan saat ibadah di gereja.

Beraksi sendirian, BU yang merupakan warga Boyolali itu membawa hasil curiannya menggunakan motor yang telah dilengkapi bronjong di bagian belakang.

Setelah mencuri, dengan berani, dia mempublikasikan barang curian itu ke media sosial maupun status Whatsapp.

Tujuannya, untuk ditawarkan kepada peminat dengan harga tertentu.

Jejak inilah yang justru menjadi petaka hingga akhirnya dia ditangkap polisi.

Baca juga: Pabrik Mi Berformalin di Boyolali Digerebek, Produksi 1,5 Ton Sehari

Beberapa barang bukti yang belum sempat dijual kemudian ditunjukkan dalam konferensi pers di lobi Ditreskrimum Polda Jawa Tengah, Rabu (6/5/2026). 

Di antaranya, dua gitar dan bass listrik, perangkat sound system, juga mikrofon yang belum berhasil dijual.

Tentukan Titik Sasaran Lewat Gmaps

Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng AKBP Helmy Tamaela mengungkapkan, pelaku memiliki pola yang sistematis saat melakukan pencurian.

Dia menggunakan aplikasi peta di ponselnya untuk mencari gereja-gereja terdekat, lalu melakukan survei langsung ke lokasi sebelum beraksi.

Gereja yang tampak megah namun minim pengamanan, menjadi incaran utama.

"Pelaku mencari sasaran melalui Gmaps, kemudian disurvei." 

"Jika dinilai sepi dan kurang pengawasan, pelaku langsung berinisiatif melakukan pencurian," kata dia.

Pelaku beraksi seorang diri pada malam hari. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved