Sabtu, 25 April 2026

Berita Jateng

Luthfi tak Mau Jateng Dibandingkan dengan Jabar, Kondisi tiap Daerah Beda

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan setiap daerah memiliki karakter dan persoalan berbeda

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Rezanda Akbar D
SAMBUTAN - Gubernur Jawa Tengah saat memberikan sambutan pada seminar Sinergi Nusantara 


Menurutnya, Bank Pembangunan Daerah (BPD) tidak lagi cukup berperan sebagai tempat “parkir” dana pemerintah daerah, melainkan harus naik kelas menjadi pengelola aliran dana, penjaga stabilitas likuiditas, sekaligus motor penggerak ekonomi regional. 


Selama ini, BPD dinilai masih terjebak pada fungsi administratif dan transaksional, padahal memiliki keunggulan karena dekat dengan pemerintah daerah dan memahami karakter ekonomi lokal.


Agus juga menyoroti perlunya inovasi pembiayaan serta keberanian BPD mengambil peran lebih besar, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. 


Ia menyinggung tantangan yang dihadapi BPD terkait risiko penyaluran kredit, yang membuat bank daerah cenderung lebih berhati-hati dibandingkan bank lain.


Dalam konteks itu, Asbanda mengusulkan penyesuaian kebijakan kepada Otoritas Jasa Keuangan, khususnya terkait Batas Maksimum Kredit (BMK) bagi BPD.


Penyesuaian tersebut dinilai penting agar BPD memiliki ruang lebih luas dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah, tanpa melanggar prinsip prudential banking.


Ia mencontohkan, dengan modal inti Bank Jateng sekitar Rp13 triliun, batas penyaluran kredit menjadi terbatas, sehingga berpotensi menghambat pembiayaan ke pemerintah daerah maupun sektor layanan publik seperti Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).


Karena itu, pihaknya juga mengusulkan agar BLUD diperlakukan sebagai entitas tersendiri dalam perhitungan BMK (batas maksimum kredit-red)


“Ini bukan pelonggaran, tetapi pendekatan yang lebih presisi berbasis risiko,” ujarnya.


Agus menegaskan, ke depan BPD harus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, mengembangkan inovasi pembiayaan yang produktif, serta memperdalam peran dalam ekosistem ekonomi daerah. 


Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, regulator, dan seluruh BPD agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.


“Ukuran keberhasilan BPD bukan hanya pada besarnya aset atau kredit, tetapi seberapa besar kontribusinya terhadap pembangunan daerah,” tandasnya. (Rad)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved