Selasa, 21 April 2026

Wonosobo

Aksi Komunitas Badale Pukau Pengunjung Festival Balon Wonosobo

Komunitas Badale asal Kertek tampil memukau dengan kostum koboi dan drumben di Festival Balon Mirombo Wonosobo pada Rabu (25/3).

Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
Komunitas Badale Curi Perhatian, Anggota Komunitas Badale dari Pagerotan, Kertek tampil mencolok mengenakan kostum koboi berbahan kresek sembari mengendalikan balon raksasa dalam Festival Balon Mirombo 2026 di Lapangan Mirombo, Wonosobo, Rabu (25/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Komunitas Badale dari Pagerotan mencuri perhatian di Festival Balon Mirombo Wonosobo pada Rabu (25/3). 
  • Mereka menerbangkan balon raksasa setinggi 21 meter sembari mengenakan kostum koboi unik dari plastik kresek dan diiringi drumben. 
  • Balon bertema Babad Songgolangit ini menelan biaya pembuatan hingga tujuh juta rupiah selama empat bulan. 
  • Keikutsertaan puluhan pemuda ini bertujuan melestarikan budaya dan mendongkrak ekonomi UMKM pariwisata lokal.

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Suasana Festival Balon Mirombo 2026 yang digelar di Lapangan Mirombo, Wonosobo pada Rabu (25/3/2026) berlangsung sangat meriah.

Dari sekian banyak peserta, ada satu kelompok yang sukses menyedot atensi para penonton.

Dentuman suara drumben terdengar membahana dari arah kelompok tersebut, berpadu dengan sorak-sorai penuh semangat dari para anggotanya yang bergerak seirama mengelilingi sebuah balon udara berukuran raksasa.

Baca juga: Balon Udara Berisi Mercon Hantam Rumah di Tembalang, Polrestabes Semarang Buru Pembuatnya

Kelompok atraktif tersebut tak lain adalah Komunitas Badale yang berasal dari daerah Pagerotan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.

Mereka datang membawa energi yang sangat luar biasa dan berbeda dari peserta lainnya.

Tidak sekadar menerbangkan balon udara ke langit, komunitas ini juga menyuguhkan atraksi hiburan yang sangat atraktif.

Para personelnya tampil nyentrik berbalut kostum ala koboi, lengkap dengan topi bundar serta rompi hitam modifikasi yang berbahan dasar plastik kresek.

Gaya berbusana yang tidak biasa ini secara otomatis langsung memikat pandangan para pengunjung yang hadir di lapangan.

Kekompakan Tim Badale

Di area sekitar balon, kerja sama antaranggota kelompok ini terlihat sangat padu.

Sebagian pemuda tampak sibuk melakukan pengasapan agar balon raksasa mereka bisa mengembang secara maksimal.

Sementara itu, anggota lainnya berdiri siaga mencengkeram tali tambang untuk menahan laju balon agar tetap terkontrol dan tidak saling berbenturan dengan balon milik peserta lain.

Sepanjang proses tersebut, lantunan musik tidak pernah berhenti.

Tabuhan drumben beserta instrumen pelengkap lainnya terus dimainkan, membuat suasana festival semakin hidup dan semarak.

Di tengah alunan nada itu, ada dua orang anggota bertopeng yang asyik menari-nari.

Aksi teatrikal ini semakin mempertegas nuansa pertunjukan sehingga membuat para penonton di sekitar merasa sangat terhibur.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved