Kamis, 30 April 2026

Wonosobo

Aksi Komunitas Badale Pukau Pengunjung Festival Balon Wonosobo

Komunitas Badale asal Kertek tampil memukau dengan kostum koboi dan drumben di Festival Balon Mirombo Wonosobo pada Rabu (25/3).

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
Komunitas Badale Curi Perhatian, Anggota Komunitas Badale dari Pagerotan, Kertek tampil mencolok mengenakan kostum koboi berbahan kresek sembari mengendalikan balon raksasa dalam Festival Balon Mirombo 2026 di Lapangan Mirombo, Wonosobo, Rabu (25/3/2026). 

Begitu balon berhasil mengudara dengan stabil, kerumunan warga pun langsung merangsek mendekat.

Banyak dari mereka yang antusias meminta foto bersama para anggota komunitas, menjadikan kelompok ini sebagai primadona di arena festival.

Angkat Tema Budaya

Mewakili Komunitas Badale, Syaiful membeberkan konsep di balik pembuatan balon udara yang mereka usung pada edisi tahun ini.

Ia menjelaskan bahwa tema tersebut digali dari akar kisah budaya tradisional Jawa.

“Hari ini dari kami konsepnya adalah Babad Songgolangit, hari ini menggambarkan ada mengutuk Raja Klono Sewandono dan Dewi Songgolangit dari Ponorogo,” katanya.

Menurut Syaiful, konsep tersebut mengantongi makna filosofis yang sangat mendalam, khususnya dalam lanskap pelestarian kesenian.

“Filosofinya adalah menggabarkan kesinian yang berasal dari Jawa, yang lebih tepatnya dari Jawa Timur,” ujarnya.

Di balik suguhan visual yang menawan tersebut, ada proses panjang yang harus dilalui oleh tim.

Komunitas ini menghabiskan waktu berbulan-bulan demi menciptakan satu buah balon raksasa.

“Persiapnya kurang lebih untuk pembuatan balon sendiri yaitu kurang lebih sampai 4 bulan,” kata Syaiful.

Telan Biaya Jutaan

Dimensi balon yang dipamerkan ke publik ini juga sangat masif, sehingga wajar jika menguras banyak tenaga sekaligus biaya produksi.

“Diameter 16 meter, tingginya 21 meter,” sebutnya.

Demi merampungkan mahakarya tersebut, para pemuda ini harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah dari kantong mereka sendiri.

“Biaya Rp6-7 juta dari kami, ngga tau kalau komunitas dari balon-balon lainnya,” katanya.

Umumnya, balon berukuran jumbo ini memiliki masa pakai selama satu tahun dan akan diganti dengan yang baru apabila sudah tidak layak terbang.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved