Wonosobo
Bupati Afif Minta 10 Program PKK Tuntaskan Stunting di Wonosobo
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mendorong PKK memaksimalkan 10 program pokok guna atasi stunting di Pendopo Selatan, Selasa (7/4/2026).
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menekankan pentingnya penguatan 10 program PKK untuk mengatasi stunting, kemiskinan, dan kekerasan anak.
- Hal ini disampaikan saat peringatan HKG PKK ke-54 di Pendopo Selatan, Selasa (7/4/2026).
- Bupati mengingatkan warga agar bijak memakai gawai demi interaksi keluarga.
- Ketua TP PKK, Dyah Afif, juga menyiapkan pelatihan paralegal bagi kader untuk perlindungan perempuan.
- PKK diharapkan terus beradaptasi dan menjadi solusi berbagai masalah sosial di masyarakat.
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Ketahanan sebuah negara bermula dari keharmonisan di dalam rumah.
Semangat inilah yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam menjadikan keluarga sebagai fondasi utama untuk mengentaskan berbagai masalah pelik sosial, mulai dari jerat kemiskinan, ancaman stunting, hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Pesan mendalam tersebut ditegaskan oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, saat memimpin jalannya Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 yang diselenggarakan di Pendopo Selatan, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Komisi 4 DPRD Banyumas Desak Pemkab Tegakkan Perda Kawasan Tanpa Rokok untuk Cegah Stunting
Di hadapan ratusan ibu-ibu kader, Bupati Afif menaruh harapan besar bahwa Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) mampu menjadi ujung tombak perubahan yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat.
"Berbagai persoalan seperti stunting, kemiskinan, hingga kekerasan membutuhkan peran nyata dari PKK, terutama di tingkat akar rumput," papar Bupati Afif mengingatkan.
Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendirian.
Melalui sinergi lintas sektor, sejumlah program door-to-door terus digenjot, seperti Posyandu Ketuk Pintu, Pandu Cinta, Paaredi, hingga Gerakan Keluarga Sehat dan Tangguh Bencana.
Selain gempuran masalah ekonomi dan kesehatan, Bupati Afif juga menyoroti ancaman sunyi yang merusak kehangatan keluarga, yakni kecanduan gawai di era digital.
"Teknologi harus dimanfaatkan secara bijak. Jangan sampai justru mengurangi kedekatan dan komunikasi antaranggota keluarga," tegasnya memberikan nasihat.
Pelatihan Paralegal
Sejalan dengan visi kepala daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo, Dyah Afif Nurhidayat, menyatakan kesiapannya merapatkan barisan.
Organisasi perempuan ini dituntut tidak hanya sekadar kumpul-kumpul formal, melainkan harus turun tangan membawa solusi nyata.
Salah satu gebrakan krusial yang disiapkan adalah memberikan perisai hukum bagi perempuan di pedesaan.
"PKK harus menjadi organisasi yang adaptif. Kami menyoroti pentingnya perlindungan perempuan dan anak, salah satunya melalui pelatihan paralegal bagi kader PKK agar lebih responsif terhadap kasus-kasus di masyarakat," ungkap Dyah.
Puncak peringatan HKG PKK yang mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045” ini juga ditandai dengan pengukuhan Bunda PAUD serta pelantikan pengurus di tingkat kecamatan.
Ke depan, PKK Wonosobo segera memanaskan mesin untuk menggelar Safari Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
"Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. PKK harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam kegiatan formal," pungkas Dyah memotivasi para kader. (ima)
| Hujan Deras Landa Wonosobo, Empat Titik Longsor Tutup Akses Jalan |
|
|---|
| Puncak Festival Balon Wonosobo Besok, AirNav Keluarkan Peringatan |
|
|---|
| Wisatawan Asal Tangerang Rela Menginap demi Festival Balon di Wonosobo |
|
|---|
| Aksi Komunitas Badale Pukau Pengunjung Festival Balon Wonosobo |
|
|---|
| Salat Id Berlatar Sindoro di Garung Wonosobo Digelar Jumat Besok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260407-hkg-pkk-54-wonosobo-bupati-afif.jpg)