Berita Batang
Candi Bata Gringsing Batang Terancam Mangkrak: Tak Ada Dana Ekskavasi, Terancam Pembangunan Sekitar
Candi Bata di Gringsing Batang terancam terbengkalai karena ekskavasi macet. Kelestariannya juga terancam pembangunan di sekitar situs.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Candi Bata di perbukitan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terancam mangkrak.
Ekskavasi candi yang diduga peninggalan abad 7 ini membutuhkan dana besar.
Setidaknya, butuh anggaran Rp2 miliar untuk menungkap sejarah dibalik Candi Bata diyakini sebagai salah satu candi tertua di Jawa Tengah itu.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang Camelia Dewi mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan serangkaian kajian lanjutan ke Bapperida Batang.
Baca juga: Menyingkap Peradaban di Balik Temuan Candi Bata dari Abad ke 6 di Gringsing Batang
Usulan itu mencakup ekskavasi lanjutan, penataan kawasan, hingga penguatan struktur bangunan bata yang kian rapuh.
"Masih ada bagian di atas bukit yang perlu dibuka."
"Dugaan kami, struktur candinya belum sepenuhnya terlihat," kata Camelia, Minggu (1/2/2026).
Namun, langkah besar tersebut tidak murah.
Disdikbud memperkirakan, kebutuhan anggaran untuk ekskavasi lanjutan mencapai sekiranya Rp2 miliar.
Namun, hingga kini, dana tersebut masih sebatas wacana perencanaan.
"Anggarannya cukup besar dan belum terakomodasi di tahun 2026," ungkapnya.
Tak hanya soal penggalian, kajian zonasi kawasan juga menjadi perhatian serius.
Penetapan zona inti, penyangga, dan pemanfaatan, dinilai krusial agar pelestarian tidak berbenturan dengan aktivitas pembangunan di sekitar situs.
Selain itu, Disdikbud mengusulkan kajian konsolidasi struktur untuk menata ulang susunan bata candi agar mendekati bentuk aslinya.
Langkah ini dinilai mendesak mengingat kondisi material bata yang rentan terhadap cuaca dan usia.
Dalam tahap awal, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah dilibatkan untuk kajian akademik.
Namun, untuk melangkah lebih jauh, dukungan anggaran lintas sektor menjadi kunci utama.
Baca juga: Heboh Penemuan Candi di Gringsing Batang Ungkap Peradaban Abad ke 7, Kini Terancam Proyek Industri
Sementara itu, penataan kawasan Balekambang yang berada di sekitar situs juga terus dibahas.
Disdikbud Batang telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi, mulai dari Dinas PUPR, Dishub, hingga Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), guna memastikan penataan kawasan tidak menggerus nilai sejarah.
Proses pelestarian Candi Bata Gringsing sendiri sempat menghadapi hambatan.
Pembangunan cungkup Candi Batang itu harus tertunda setelah ditemukan reruntuhan baru di area situs, pada akhir 2025.
Temuan itu memaksa tim teknis mengubah desain agar tidak merusak struktur asli.
"Desain harus disesuaikan karena ada temuan baru."
"Prinsipnya, keaslian candi harus tetap dijaga," jelasnya. (*)
| Pantai Jodo Batang Jadi Favorit Warga Habiskan Libur Akhir Pekan, Harga Tiket Hanya Rp5000 Per orang |
|
|---|
| Tekan Biaya BBM, Pemkab Batang Jajaki Mobil Listrik Jadi Kendaraan Dinas Pejabat: Lebih Hemat |
|
|---|
| Ambisi Pantai Jodo Batang Jadi Wisata Nasional Tapi Akses Terabaikan,Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki |
|
|---|
| Berawal dari Keluhan Pemancing, Pemkab Batang Bersihkan Sungai Kauman dari Ikan Sapu-sapu |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Ancam Aktivitas Warga Batang, BPBD Soroti Risiko Longsor dan Angin Kencang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/01022026-candi-bata-candi-batang.jpg)