Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Batang

Candi Bata Gringsing Batang Terancam Mangkrak: Tak Ada Dana Ekskavasi, Terancam Pembangunan Sekitar

Candi Bata di Gringsing Batang terancam terbengkalai karena ekskavasi macet. Kelestariannya juga terancam pembangunan di sekitar situs.

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Dok Disdikbud Batang
CANDI BATA - Penampakan Candi Bata Gringsing yang berada di Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Candi Bata yang diperkirakan peninggalan Abad 6 ini kini terbengkalai karena ketiadaan anggaran ekskavasi. 

Ringkasan Berita:
  • Candi Bata di Gringsing Batang terancam terbengkalai.
  • Ekskavasi candi Batang ini terkendala anggaran yang mencapai Rp2 miliar.
  • Kelestariannya juga terancam pembangunan di sekitar lantaranzona kawasan yang belum ditetapkan.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Candi Bata di perbukitan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terancam mangkrak.

Ekskavasi candi yang diduga peninggalan abad 7 ini membutuhkan dana besar.

Setidaknya, butuh anggaran Rp2 miliar untuk menungkap sejarah dibalik Candi Bata diyakini sebagai salah satu candi tertua di Jawa Tengah itu.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang Camelia Dewi mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan serangkaian kajian lanjutan ke Bapperida Batang. 

Baca juga: Menyingkap Peradaban di Balik Temuan Candi Bata dari Abad ke 6 di Gringsing Batang

Usulan itu mencakup ekskavasi lanjutan, penataan kawasan, hingga penguatan struktur bangunan bata yang kian rapuh.

"Masih ada bagian di atas bukit yang perlu dibuka."

"Dugaan kami, struktur candinya belum sepenuhnya terlihat," kata Camelia, Minggu (1/2/2026).

Namun, langkah besar tersebut tidak murah. 

Disdikbud memperkirakan, kebutuhan anggaran untuk ekskavasi lanjutan mencapai sekiranya Rp2 miliar.

Namun, hingga kini, dana tersebut masih sebatas wacana perencanaan.

"Anggarannya cukup besar dan belum terakomodasi di tahun 2026," ungkapnya.

Tak hanya soal penggalian, kajian zonasi kawasan juga menjadi perhatian serius.

Penetapan zona inti, penyangga, dan pemanfaatan, dinilai krusial agar pelestarian tidak berbenturan dengan aktivitas pembangunan di sekitar situs.

Selain itu, Disdikbud mengusulkan kajian konsolidasi struktur untuk menata ulang susunan bata candi agar mendekati bentuk aslinya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved