Berita Batang
Ambisi Pantai Jodo Batang Jadi Wisata Nasional Tapi Akses Terabaikan,Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki
Rencana Pantai Jodo jadi wisata nasional 2027 terganjal infrastruktur. Jembatan Kalianyar Batang sempit & rusak, namun perbaikan urung dilakukan
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Pantai Jodo Diproyeksikan Jadi Wisata Prioritas, Tapi Jembatannya Masih Memprihatinkan
- Tapi kondisi jembatan Kalianyar akses menuju Pantai Jodo di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, masih terabaikan
- Jembatang yang memiliki panjang 10 meter, dan lebar 3 meter menjadi jalur satu - satunya menuju destinasi wisata unggulan tersebut hingga kini belum juga diperbaiki
- Warga telah berkali - kali mengusulkan di Musrenbang sejak beberapa tahun terakhir.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG – Ironi mewarnai rencana pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Batang. Meski Pantai Jodo ditargetkan menjadi destinasi wisata skala nasional pada 2027, infrastruktur penunjang utamanya, Jembatan Kalianyar di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, justru dibiarkan merana tanpa perbaikan.
Jembatan sepanjang 10 meter dengan lebar hanya 3-4 meter ini merupakan jalur tunggal bagi wisatawan dan warga setempat. Kondisinya yang sempit memaksa kendaraan besar harus mengantre bergantian, sebuah pemandangan yang dinilai kontradiktif dengan statusnya sebagai akses wisata unggulan.
Ketua Komisi III DPRD Batang, Nur Cahyaningsih, melontarkan kritik pedas terkait mandeknya perbaikan ini. Menurutnya, infrastruktur yang memadai adalah syarat mutlak jika Batang serius ingin mempromosikan Pantai Jodo ke level nasional.
“Tahun 2027 Pantai Jodo menjadi salah satu prioritas pariwisata Batang. Infrastruktur penunjang ke sana harus bagus. Mosok mau menjadi pariwisata nasional tapi jalannya masih sempit,” tegas Nur saat meninjau lokasi, Kamis (7/5/2026).
Harapan Warga yang Terus "Dijanjeni"
Senada dengan DPRD, Camat Gringsing, Ridho Budi Kurniawan, mengungkapkan bahwa usulan pembangunan jembatan ini sebenarnya selalu menjadi "menu wajib" dalam Musrenbang setiap tahun, bahkan sejak masa pemerintahan sebelumnya. Namun, hingga kini realisasi di lapangan masih nol besar.
"Sudah lama sekali usulannya, muncul terus di Musrenbang. Harapannya bisa segera direalisasikan karena itu akses vital untuk aktivitas warga dan akses satu-satunya menuju wisata," ujar Ridho.
Efisiensi Anggaran Jadi Penghambat
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Badan Perencanaan, Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Daerah (Bapperida) mengakui bahwa proyek ini sudah masuk dalam daftar tunggu pembangunan. Kendati demikian, faktor anggaran memaksa pemerintah melakukan skala prioritas.
Kepala Bapperida Batang, Bagus Pambudi, menyatakan tahun ini pemerintah lebih memprioritaskan infrastruktur yang mengalami kerusakan total, seperti Jembatan Kali Belo yang putus.
“Usulan jalan dan jembatan itu banyak sekali. Kami memprioritaskan yang rusak berat. Untuk akses ke Pantai Jodo, prioritas ada, tapi untuk kategori sangat mendesak tahun ini belum bisa direalisasikan," jelas Bagus.
Penundaan ini dipastikan memperpanjang daftar keluhan wisatawan dan warga. Sebagai salah satu destinasi pesisir tersibuk di wilayah timur Batang, akses jalan yang tidak memadai dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi daerah dari sektor pariwisata yang tengah digenjot pemerintah sendiri. (Ito)
| Kasus Percabulan Meledak, Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Pati Kabur ke Bogor Diantar Sopir Pribadi |
|
|---|
| Datang dari Aceh Langsung Jualan Obat Ilegal di Purbalingga, Pemuda 23 Tahun Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Ringkus Pemuda Wonosobo, Polisi Temukan 2.476 Butir Pil Putih Berlogo Y dan Psikotropika Siap Edar |
|
|---|
| WASPADA! Ada akun Facebook yang Menyerupai Tribun Banyumas, Isinya Jelekkan Presiden Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260507-AKSES-PANTAI-JODO.jpg)