Berita Jateng
Jalan dengan View Keren di Wonosobo Dibangun, Alternatif Jalur Kertek
Jalan yang selama ini dikenal sempit, rawan banjir, dan minim fasilitas pengamanan kini berubah menjadi lebih lebar dan nyaman.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
“Sebelumnya mereka takut karena berpapasan saja susah karena sempit,” sebutnya.
Jalan Rake Kayuwangi sendiri memiliki peran strategis sebagai jalur alternatif menuju sejumlah kota besar.
Ahmad menegaskan bahwa jalur ini sangat vital karena mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan.
"Ini jalan alternatif ke Semarang, Temanggung, Secang, bahkan Jogja dan juga bisa memangkas waktu 30 menit kalau lewat jalan ini dari pada lewat Kertek, jadi cukup vital jalan ini,” imbuhnya.
Dampak positif pelebaran jalan juga dirasakan langsung oleh wisatawan. Asma, salah satu wisatawan yang pernah melintasi jalur ini sekitar dua tahun lalu, menilai perubahan kondisi jalan sangat terasa.
“Iya mungkin sekitar dua tahun lalu saya ke sini kalau dilihat iya memang jalannya lebih lebar dulu sering macet karena sempit,” ucapnya.
Menurut Asma, kondisi jalan yang lebih lebar membuat perjalanan lebih nyaman dan aman. Bahkan, jalan ini kini memiliki nilai estetika tersendiri bagi wisatawan.
“Ya jadi lebih bagus si bisa foto dipinggir jalan pas lagi sepi kaya sekarang ini, pemandangan bagus hamparan kebun teh dan gunung Sindoro Sumbing ada,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto menjelaskan bahwa rehabilitasi Jalan Rake Kayuwangi merupakan bagian dari peningkatan infrastruktur jalur pariwisata.
"DPUPR telah menyelesaikan rehabilitasi ruas jalan nomor 88 Rake Kayuwangi Rejosari-Sikatok, Kabupaten Wonosobo," ungkapnya.
Ruas jalan yang sebelumnya memiliki lebar sekitar 4 meter kini diperlebar menjadi 6 meter.
Pekerjaan didominasi oleh pelebaran jalan, mengingat Jalan Rake Kayuwangi merupakan jalur wisata yang melintasi sejumlah destinasi unggulan.
"Jalan ini bisa menghubungkan seperti Desa Wisata Tambi di Kabupaten Wonosobo dan kawasan wisata Sibajag di Kabupaten Temanggung," lanjutnya.
Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor di Purbalingga, Pemprov Bakal Relokasi 300 Rumah
Sebelum rehabilitasi, jalur ini kerap mengalami kemacetan, terutama saat libur panjang.
Kemacetan terjadi karena lebar jalan yang terbatas, khususnya di area tikungan, sehingga kendaraan harus bergantian saat melintas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Jalan-rejosari-sikatok-wonosobo.jpg)