Rabu, 27 Mei 2026

Berita Jateng

Jalan dengan View Keren di Wonosobo Dibangun, Alternatif Jalur Kertek

Jalan yang selama ini dikenal sempit, rawan banjir, dan minim fasilitas pengamanan kini berubah menjadi lebih lebar dan nyaman.

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
REHABILITASI JALAN - Kondisi terkini di Jalan Rake Kayuwangi Rejosari-Sikatok, Kabupaten Wonosobo, Jumat (30/1/2026). Jalan ini diperlebar untuk memudahkan wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo yang biasanya sering macet saat libur tiba. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Rehabilitasi Jalan Rake Kayuwangi di Kabupaten Wonosobo membawa perubahan besar bagi warga setempat dan wisatawan yang melintasi jalur tersebut. 


Jalan yang selama ini dikenal sempit, rawan banjir, dan minim fasilitas pengamanan kini berubah menjadi lebih lebar dan nyaman.


Peningkatan jalan ini sekaligus memperkuat fungsinya sebagai jalur vital pariwisata dan penghubung antar kabupaten.


Sebelum dilakukan rehabilitasi, kondisi Jalan Rake Kayuwangi kerap menimbulkan keresahan. 


Ahmad Khafidin, warga setempat yang hampir setiap hari melintasi jalan ini, mengungkapkan bahwa persoalan utama sebelum perbaikan adalah banjir dan material bebatuan yang membahayakan pengguna.


“Dulu sebelum ada perbaikan sering banjir, air banyak masuk ke jalan dan batu batu kecil juga sering ke jalan,” ungkapnya kepada tribunjateng.com, Jumat (30/1/2026).


Kondisi tersebut diperparah dengan sistem drainase yang belum optimal, terutama di kawasan perbatasan destinasi wisata yang berada di atas maupun di bawah jalur jalan.


Selain persoalan banjir, Ahmad juga menyoroti minimnya fasilitas pendukung keselamatan jalan. 


Kurangnya penerangan dan pengamanan membuat jalur ini rawan, khususnya di area atas atau Sigedang.


Menurut Ahmad, pelebaran jalan yang sudah dilakukan saat ini cukup membantu, terutama di bagian atas jalur. Namun, ia menilai masih ada titik rawan yang perlu perhatian lebih lanjut.


“Sekarang jalannya lebih lebar yang bagian atas. Kemungkinan yang rawan sekarang ini jalan yang bawah turunan ini, mungkin nanti ke depan bisa dilebarkan juga,” harapnya.


Meski begitu, Ahmad mengakui bahwa pelebaran jalan membawa dampak positif yang signifikan, terutama bagi sektor pariwisata. Jalan yang lebih lega membuat arus kendaraan wisatawan semakin lancar.


“Pelebaran jalan ini cukup membantu wisatawan yang lewat dan peningkatan volume wisatawan jadi lebih baik,” ungkapnya.


Ia juga menambahkan bahwa secara umum kondisi jalan utama sebenarnya sudah cukup baik sejak dulu, walaupun sempit jalur ini menjadi pilihan favorit wisatawan.


Sebelum dilakukan pelebaran, rasa takut kerap dirasakan wisatawan saat melintas, terutama ketika harus berpapasan di jalan sempit.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved