Berita Purbalingga
Banjir Bandang dan Longsor di Purbalingga, Pemprov Bakal Relokasi 300 Rumah
Pemprov Jateng bakal membangun 300 rumah warga yang telah hilang ditelan bencana tersebut
Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan ke wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Purbalingga, Jumat (30/1/2026).
Luthfi dalam kunjungan itu menegaskan bakal membangun 300 rumah warga yang telah hilang ditelan bencana tersebut.
Bencana banjir disertai tanah longsor menghantam empat desa di dua kecamatan, meliputu Desa Sangkanayu dan Desa Lambur di Kecamatan Mrebet, kemudian Desa Kutabawa dan Desa Serang di Kecamatan Karangreja, Jumat, 23 Januari 2026 sekira pukul 22.00 WIB.
"300 rumah nanti akan dilakukan relokasi, harus disiapkan huntap (hunian tetap) bagi warga terdampak," ujar Luthfi melalui keterangan tertulis.
Ia mengatakan, ratusan rumah yang akan dilakukan relokasi akan dimulai dari hunian sementara (huntara) kemudian dilanjutkan menjadi hunian tetap (huntap).
Pembangunan akan dilakukan bersama Pemprov Jateng dan Kementerian terkait.
"Ini tidak gampang, jadi perlu ada sosialisasi dan pendekatan, semua korban harus terdata secara by name by address," terangnya.
Banjir dan longsor yang terjadi Purbalingga juga melumat setidaknya delapan jembatan.
Mengenai hal ini, Luthfi mengungkap jembatan yang putus tersebut disambung menggunakan jembatan sementara sembari menyiapkan program perbaikan dan pembangunan jembatan.
"Proses perbaikan jembatan menjadi prioritas karena merupakan penghubung jalur ekonomi dan hajat hidup orang banyak," katanya.
Selama kunjungan tersebut, Luthfi melakukan rapat percepatan penanganan bencana bersama lintas instansi di Posko Balai Desa Serang.
Selepas itu, ia menemui pengungsian warga di Villa Serang.
Setelah itu, Luthfi juga meninjau lokasi bencana banjir dan longsor di Dusun Gunungmalang yang kemudian dilanjutkan mengecek lokasi bencana Dusun Kaliurip. Selanjutnya ditutup meninjau dapur umum yang didirikan oleh Brimob.
Di sela kunjungannya itu, Luthfi juga menyerahkan sejumlah bantuan secara simbolis dengan nilai total mencapai hampir Rp700 juta.
Baca juga: KONI Jateng Gelar Sayembara Desain Logo dan Maskot Porprov 2026
Bantuan tersebut terdiri atas berbagai macam kebutuhan masyarakat seperti permakanan, mainan anak-anak, pakaian, bantuan perumahan, dan lainnya.
"Dalam penanganan bencana ini, masyarakat tidak hanya diberi bantuan dapur umum maupun bantuan lainnya tetapi yang penting masyarakat harus bisa bangkit dan eksis kembali itu jauh lebih penting," ungkapnya.
Sementara Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif menejelaskan, bantuan hunian tetap bagi 300 rumah warga terdampak bencana di Purbalingga masih dilakukan pencarian lokasi hunian tersebut. Proses ini melibatkan masing-masing kepala desa terdampak.
"Kami sedang cari lokasinya dan hitung kebutuhan pembangunan," jelasnya. (Iwn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Luthfi-cek-banjir.jpg)