Kamis, 7 Mei 2026

Berita Wonosobo

Hati-hati, Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Punya 7 Titik Rawan Longsor

Pemkab Wonosobo mencatat setidaknya ada tujuh titik rawan longsor di Jalan Lingkar Sumbing. Tindakan mengurangi risiko longsor pun dilakukan.

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
VIRAL - Pemandangan alam di Jalan Lingkar Sumbing (Jalisu) Wonosobo, Rabu (7/1/2026). Pemkab Wonosobo mencatat ada tujuh titik rawan longsor di Jalisu. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Wonosobo mencatat ada tujuh titik rawan longsor di Jalan Lingkar Sumbing.
  • Selama penutupan jalan hingga 20 Februari, mereka melakukan tindakan untuk mengurangi risiko longsor.
  • Selain itu,juga penataan wilayah lantaran Jalisu diproyeksikan sebagai destinasi wisata baru.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, memetakan ada tujuh titik longsor di Jalan Lingkar Sumbing (Jalisu).

Untuk mengurangi tingginya risiko longsor, Jalisu ditutup hingga 20 Februari 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wonosobo, Nurudin Ardiyanto menjelaskan, viralnya Jalan Lingkar Sumbing menarik perhatian publik.

Antusiasme masyarakat yang tinggi justru memunculkan kekhawatiran tersendiri.

Apalagi, Jalisu saat ini masih dalam tahap penyempurnaan teknis. 

Lebar jalan sedang diupayakan mencapai standar 5,5 meter. 

Jalisu memiliki panjang 3,3 kilometer yang dibangun melalui kegiatan Inpres Jalan tahun 2025. 

Baca juga: Sempat Viral, Jalan LIngkar Sumbing Wonosobo Ditutup Sementara untuk Penanganan Titik Longsor

Jalan yang dibangun di perbukitan ini harus dipastikan aman bagi pengguna jalan.

"Daerah kita daerah pegunungan, tentunya di jalan baru ini kita harus ngepras bukit," kata Adin, sapaannya, Rabu (21/1/2026).

Adin menyebutkan, kondisi galian dan timbunan yang masih baru, ditambah curah hujan yang tinggi, membuat sejumlah titik di sepanjang Jalisu rawan longsor. 

Secara alamiah, lereng yang baru dibuka belum memiliki penguat alami seperti vegetasi.

DPUPR Wonsoobo mencatat, terdapat sekitar tujuh titik longsor yang dinilai cukup rawan. 

Penanganan sementara terus dilakukan, mulai dari pembersihan material longsor hingga pemasangan rambu peringatan.

"Kalau setiap longsor pasti kita bersihkan, kita tanganin, ada juga penambahan rambu-rambu," jelasnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved