Berita Jateng
Warga Bandar Batang Kreasi Bikin Kokedama, Seni Tanaman Hias Jepang
warga diajarkan mengolah tanaman hias menjadi kerajinan bernilai jual tinggi dengan konsep sederhana namun estetik
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG- Tanaman hias kini bukan sekadar pemanis rumah, di Dukuh Bandar Utara, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, tanaman justru mulai dilirik sebagai peluang usaha rumahan yang menjanjikan.
Hal itu terlihat dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar Tim Dosen S1 Agribisnis Kampus UNDIP Batang melalui pelatihan pembuatan kokedama, Kamis (7/5/2026).
Uniknya, warga diajarkan mengolah tanaman hias menjadi kerajinan bernilai jual tinggi dengan konsep sederhana namun estetik.
Kokedama sendiri merupakan seni menanam asal Jepang dengan media berbentuk bola tanah yang dibalut lumut.
Selain unik, tanaman ini banyak diminati karena cocok dijadikan dekorasi rumah maupun hadiah.
Ketua Tim Pengabdian dari Laboratorium Manajemen Agribisnis Kampus UNDIP Batang, Restie Novitaningrum, mengatakan, pelatihan ini sengaja diarahkan untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
“Melalui pelatihan ini, warga tidak hanya belajar membuat kokedama, tetapi juga memahami bagaimana produk sederhana bisa memiliki nilai ekonomi jika dikemas dengan kreatif,” kata Restie kepada Tribunjateng, Kamis (7/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajarkan mulai dari memilih tanaman, membentuk media tanam, hingga teknik perawatan agar kokedama tetap menarik dan tahan lama.
Selain praktik langsung, warga juga mendapatkan materi dasar kewirausahaan dan strategi membaca peluang pasar tanaman hias.
Menurut Restie, usaha kokedama cukup potensial karena modal yang dibutuhkan relatif kecil dan dapat dikerjakan dari rumah.
Baca juga: Daftar 3 Nama Perebutkan Jabatan Kursi Sekda Kendal
Tren dekorasi rumah minimalis juga dinilai membuat permintaan tanaman estetik semakin meningkat.
“Ini bisa menjadi usaha sampingan yang fleksibel. Produk kokedama juga punya pasar cukup luas, terutama untuk dekorasi interior dan hampers,” jelasnya.
Antusiasme warga terlihat tinggi selama pelatihan berlangsung.
Banyak peserta mengaku baru pertama kali mengenal kokedama dan tertarik untuk mencoba menjadikannya usaha rumahan.
Ketua RT 03 RW 03 Dukuh Bandar Utara, Durotun Nasikhah, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan keterampilan baru yang aplikatif bagi masyarakat.
“Warga sangat senang karena mendapat ilmu baru yang bisa langsung dipraktikkan. Harapannya ini bisa menjadi peluang tambahan penghasilan bagi keluarga,” tuturnya.
Dia berharap kegiatan serupa terus dilakukan agar masyarakat semakin kreatif dan mampu memanfaatkan peluang usaha berbasis potensi sederhana di lingkungan sekitar. (Ito)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Olahan-lumut.jpg)