Kamis, 9 April 2026

Berita Jateng

Pria Berbaju Mirip Relawan Buang Sampah di Sungai Serayu, Ini Klarifikasinya

Aksi tersebut menuai kecaman warganet, terlebih karena warna pakaian yang dikenakan pelaku menyerupai atribut relawan kemanusiaan.

|
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas
VIRAL - Pelaku pembuangan sampah di aliran Sungai Serayu tepatnya di Jembatan Sentong, Jalan Jengkol-Tlogo, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Selasa (20/1/2026). Pelaku menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Wonosobo dan para relawan kemanusiaan serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Sebuah video berdurasi sekitar 30 detik yang beredar luas di media sosial memperlihatkan aksi pembuangan sampah ke aliran Sungai Serayu. 


Peristiwa itu terjadi di Jembatan Sentong, Jalan Jengkol-Tlogo, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Selasa (20/1/2026).


Dalam video tersebut tampak sebuah mobil pikap putih bermuatan sampah berhenti di tengah jembatan. 


Seorang laki-laki bertopi, mengenakan baju berwarna oranye, terlihat mengangkat bungkusan plastik sampah berwarna hitam dari bak mobil lalu melemparkannya langsung ke sungai.


Aksi tersebut menuai kecaman warganet, terlebih karena warna pakaian yang dikenakan pelaku menyerupai atribut relawan kemanusiaan.


Berdasarkan pantauan di lokasi, di sekitar jembatan masih terlihat bekas-bekas sampah yang tercecer. 


Pada pagar jembatan tampak noda dan sisa-sisa kotoran, sementara aroma sampah masih tercium cukup menyengat. 


Aliran Sungai Serayu di bawah jembatan saat itu tidak terlihat begitu deras, namun sampah bekas pembuangan pelaku sudah tidak terlihat di aliran sungai.

Respon Camat

Camat Garung, Priyo Cahyono, menyatakan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan membuang sampah tidak sesuai peruntukan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.


“Tentunya kami atas nama Kecamatan Garung merasa prihatin dan tentunya apapun itu bentuknya membuang sampah tidak hanya di sungai, tapi tidak sesuai dengan peruntukannya, tidak bisa kita benarkan,” ujar Priyo.


Menurut Priyo, informasi awal mengenai kejadian tersebut diperolehnya dari grup percakapan yang membagikan video viral tersebut.


“Kami tadi mendapatkan informasi dari grup atau share group,” ujarnya.


Setelah video beredar, pihak kecamatan langsung bergerak menelusuri pelaku pembuangan sampah. 


Priyo menyebut langkah cepat dilakukan agar dampak lingkungan bisa diminimalkan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved