Sabtu, 2 Mei 2026

Banjir Kendal

Banjir Kendal di Kaliwungu Jebol Rumah Hingga Bikin Warga Terluka, Kali Waridin Meluap

Hujan deras memicu banjir bandang di Kumpulrejo Kendal. Banjir Kendal ini menjebol rumah warga, merusak warung, dan membuat warga terluka.

Tayang:
Tribun Banyumas/Agus Salim Irsyadullah
DINDING JEBOL - Tembok rumah Solikin, warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, jebol diterjang banjir akibat luapan Sunga Waridin, Jumat (16/1/2026). Banjir yang datang tiba-tiba juga merusak warungnya. 

Ringkasan Berita:
  • Hujan yang menerjang wilayah Kendal memicu banjir bandang di Kumpulrejo Kendal, Jumat dini hari.
  • Air bersumber dari Kali Walidin yang melimpas tak mampu menampung debit air.
  • Banjir ini menjebol rumah warga, merusak warung, hingga membuat warga terluka.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Solikin belum tertidur saat waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB, Kamis (15/1/2026).

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kendal sejak pukul 17.00 WIB, membuat warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, itu gelisah.

Rumahnya yang berada persis di sebelah timur tanggul Kali Waridin tak pernah lepas dari ancaman bencana banjir.

Selang 5 jam kemudian, Solikin bersama warga lain keluar rumah.

Mereka berkumpul di depan tanggul untuk mengecek debit air Kali Waridin.

Merasa tak ada tanda-tanda penurunan intensitas hujan, warga langsung menutup portal yang berada tepat di samping jembatan penghubung Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, dengan Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu.

Portal itu menjadi benteng terakhir warga mengantisipasi jikalau debit air Kali Waridin meningkat. 

Baca juga: Jalan Pantura Kendal Sepanjang Kodim Hingga Alun-alun Tergenang Banjir, Ketinggian Hingga Lutut

Solikin sepintas merasakan debit air semakin naik.

Besama warga, Solikin kemudian menurunkan karung berisi pasir sebagai penahan di dekat portal.

"Jembatan ini tidak hanya 1, yang di sebelah utara ada, tapi yang di sana sudah dipasang portal sama warga lain," katanya ditemui di depan rumahnya di RT 01 RW 02 Desa Kumpulrejo, Jumat (16/1/2026).

Setelah karung pasir penahan terpasang, sekitar 7 orang ikut menahan portal sepanjang 5 meter agar air tak meluap.

Sayang, derasnya Kali Waridin tak mampu ditahan. 

Portal jebol. Warga langsung berlarian menyelamatkan diri.

Di dalam rumah, warga yang masih bertahan langsung berhamburan keluar.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved