Selasa, 12 Mei 2026

Banjir Kendal

Banjir 2 Meter di SMPN 2 Patebon Kendal Surut, Tinggalkan Lumpur dan Alat Elektronik Rusak

Kegiatan belajar mengajar di SMPN 2 Patebon Kendal masih dilakukan daring. Lumpur sisa banjir menyelimuti kelas dan halaman.

Tayang:
TRIBUNBANYUMAS/AGUS SALIM
BERLUMPUR - Lumpur sisa banjir masih mengotori ruang kelas di SMPN 2 Patebon Kendal, Selasa (4/2/2025). Akibat banjir yang melanda sejak dua pekan lalu itu, sekolah masih menerapkan pembelajaran jarak jauh sistem daring. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Lumpur setebal 30 sentimeter masih memenuhi ruang kelas dan halaman SMPN 2 Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (4/2/2025).

Lumpur tersebut tertinggal setelah banjir yang menggenangi sekolah tersebut sejak 20 Januari 2025, surut.

Kondisi ini membuat pihak sekolah belum menerapkan pembelajaran tatap muka.

Siswa masih mengikuti pembelajaran secara daring.

Kepala SMPN 2 Patebon, Kuncoro Pujiarto mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kendal terkait kondisi sekolah, saat ini.

Baca juga: 191 Warga Patebon Kendal Bertahan di Pengungsian, Air Masih Genangi Sejumlah Titik

Tak hanya lumpur yang masih tersisa, sejumlah sarana belajar mengajar juga rusak.

Pasalnya, banjir yang menggenangi sekolah mencapai dua meter.

Penjaga sekolah tak sempat menyelamatkan peralatan dan dokumen di dalam gedung.

"Untuk mebel, 60 persen masih bisa dipakai. Tetapi, alat elektronik, tidak ada yang bisa dipakai karena terendam banjir dan bercampur lumpur," kata Kuncoro saat ditemui di sekolah, Selasa.

Ia menambahkan, untuk membersihkan ruang kelas, pihaknya mengerahkan guru dan siswa.

Baca juga: Korban Banjir Kendal Merana: Bertahan di Tenda karena Rumah Rusak, Pemkab Setop Bantuan Logistik

Dia berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan kondisi sekolah dan kegiatan belajar mengajar.

"Saat ini, sekolah sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan kendal terkait dokumen yang rusak dan terendam lumpur," sambungnya.

Butuh Bantuan Alat Tulis

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Sulardi mengatakan, pihaknya telah meminta bantuan Pemprov Jateng terkait pengadaan peralatan dan perlengkapan sekolah yang rusak.

"Untuk sementara, siswa tetap belajar dari rumah melalui sistem daring. Kami juga sudah meminta dinas Provinsi Jateng untuk bantuan perlengkapan," ujarnya.

Sulardi menerangkan, terdapat sekitar 200 siswa di SMPN 2 Patebon yang terdampak banjir dan membutuhkan bantuan. 

"Untuk kebutuhan, seperti sepatu, buku tulis, dan bolpoin, itu yang mendesak," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved