Rabu, 6 Mei 2026

Jawa Tengah

31 Puskesmas di Jateng Tak Punya Dokter Gigi, Gubernur Luthfi Minta PDGI Gerak Cepat

Gubernur Ahmad Luthfi menyoroti 31 Puskesmas di Jateng yang belum memiliki dokter gigi saat pelantikan PDGI, Sabtu (13/12/2025).

Tayang:
ISTIMEWA
ARAHAN TEGAS, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat memberikan sambutan dalam pelantikan Pengurus Wilayah PDGI Jateng di Semarang, Sabtu (13/12/2025). Luthfi meminta para dokter gigi berperan aktif memeratakan layanan kesehatan hingga ke pelosok desa melalui program Speling. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Persoalan kesehatan gigi di pelosok Jawa Tengah ternyata masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Di tengah upaya pemerintah meningkatkan layanan kesehatan, fakta di lapangan menunjukkan masih ada puluhan Puskesmas yang "ompong" alias tidak memiliki tenaga dokter gigi.

Hal ini menjadi sorotan utama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Jawa Tengah di Hotel Metro, Kota Semarang, Sabtu (13/12/2025).

Di hadapan para dokter gigi yang baru dilantik, Luthfi tidak sekadar memberikan ucapan selamat, namun menyodorkan data yang cukup memprihatinkan. Hingga saat ini, tercatat masih ada 31 Puskesmas di provinsi ini yang belum memiliki dokter spesialis gigi dan mulut.

Baca juga: Kru Selebgram Pukuli Warga Banyumas hingga Gigi Rontok, Berakhir Damai Ganti Rugi Rp9 Juta

Tunggu Sampai Bengkak

Ketimpangan jumlah tenaga medis ini berdampak langsung pada kebiasaan masyarakat di desa. Minimnya akses membuat warga enggan memeriksakan diri sejak dini. Mereka baru akan mencari pertolongan medis ketika rasa sakit sudah tak tertahankan.

“Profesi kedokteran gigi ini penting. Masyarakat harus dilakukan upaya pre-emptif dan preventif. Orang di desa sakit gigi baru periksa kalau sudah bengkak,” ujar Luthfi menggambarkan realita di lapangan.

Beban dokter gigi yang ada di Puskesmas pun dinilai sangat berat. Satu orang dokter terkadang harus melayani warga dari belasan desa dalam satu kecamatan. Oleh karena itu, Luthfi meminta PDGI tidak hanya sibuk berorganisasi, tetapi harus memperkuat peran dalam mendorong pemerataan layanan hingga ke akar rumput.

Siapkan Peta Jalan

Sebagai solusi konkret, Mantan Kapolda Jateng ini menantang pengurus PDGI Jawa Tengah yang baru untuk segera menyusun roadmap atau peta jalan kedokteran gigi. Tujuannya jelas, agar para dokter gigi bisa dilibatkan secara aktif dalam program andalan Pemprov Jateng, yakni Dokter Spesialis Keliling (Speling).

Luthfi ingin layanan kesehatan gigi dan mulut tidak hanya menunggu pasien datang, tapi menjemput bola ke desa-desa.

“Selamat mengabdi untuk bangsa dan negara. Semoga pengurus baru memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Tengah,” ucapnya memberikan semangat.

Gayung bersambut, inisiatif Gubernur ini mendapat respon positif dari pusat. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) PDGI, drg. Eka, menilai langkah Pemprov Jateng sebagai terobosan yang patut diacungi jempol.

“Luar biasa yang dikembangkan di Jawa Tengah. Ada dokter spesialis keliling. Ini patut dicontoh daerah lain,” ujar drg. Eka.

Sebagai catatan, program Speling yang digagas Luthfi terbukti efektif. Hingga 5 November 2025, layanan jemput bola ini telah menjangkau 722 desa dengan total penerima manfaat mencapai 73.813 jiwa.

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved